Lewati ke konten

Infotekno

Berita penting

Uji Kekuatan AI India: Model Sarvam Diuji Lawan DeepSeek, OpenAI, dan Google

8 menit baca
Ukuran teks 100%

Bagaimana Model Sarvam AI Dibangun?

Model Dibangun dari Nol

Sarvam AI menyatakan bahwa kedua model barunya dikembangkan sepenuhnya dari awal, berbeda dengan model sebelumnya yaitu Sarvam-M yang dirilis pada Mei 2025.

Model Sarvam-M diketahui dibangun di atas model Small milik perusahaan AI asal Prancis, Mistral AI. Dalam peluncuran terbaru ini, perusahaan mengklaim telah mengembangkan arsitektur model sendiri tanpa bergantung pada model eksternal.

Dalam presentasi yang disampaikan oleh CEO sekaligus salah satu pendiri perusahaan, Pratyush Kumar, model 105B tersebut disebut memiliki performa yang sebanding dengan beberapa model open-weight terkemuka dunia.

Beberapa model yang disebut sebagai pembanding meliputi:

  • GPT-OSS 120B dari OpenAI
  • Qwen3 Next 80B dari Alibaba
  • GLM 4.5 Air dari Zhipu AI

Model open-weight adalah model AI yang kode program serta parameter pelatihannya tersedia secara publik sehingga dapat diuji dan dikembangkan oleh para peneliti dan pengembang secara independen.

Teknologi Parameter Aktif yang Diklaim Lebih Efisien

Apa Itu Parameter dalam Model AI?

Dalam sistem AI berbasis LLM, parameter merupakan nilai internal yang dipelajari model selama proses pelatihan. Parameter ini menentukan bagaimana model memproses masukan dan menghasilkan respons.

Secara umum, semakin banyak parameter yang dimiliki sebuah model, semakin besar pula kapasitasnya untuk menangani tugas yang kompleks. Namun desain arsitektur model juga memainkan peran penting dalam menentukan efisiensi sistem.

Klaim Hanya Menggunakan 9 Miliar Parameter Aktif

Salah satu klaim paling menarik dari Sarvam AI adalah bahwa model 105B mereka hanya mengaktifkan sekitar 9 miliar parameter aktif untuk setiap prompt.

Artinya, meskipun model tersebut memiliki total 105 miliar parameter, hanya sebagian kecil yang digunakan setiap kali memproses pertanyaan.

Menurut perusahaan, pendekatan ini memungkinkan model beroperasi dengan biaya komputasi lebih rendah karena membutuhkan lebih sedikit memori, daya pemrosesan, dan konsumsi energi.

Sebagai perbandingan:

  • Model DeepSeek R1 mengaktifkan sekitar 37 miliar parameter per prompt
  • Model GPT-OSS 120B mengaktifkan sekitar 5,1 miliar parameter

CEO perusahaan teknologi Karmaloop AI, Abhishek Chatterjee, mengaku terkesan namun tetap berhati-hati terhadap klaim tersebut.

Menurutnya, jika model tersebut benar-benar mampu mencapai kemampuan penalaran tinggi dengan hanya 9 miliar parameter aktif, maka hal itu merupakan inovasi signifikan dalam pengembangan AI.

Namun ia menegaskan bahwa klaim tersebut perlu diverifikasi melalui pengujian independen.

Infrastruktur GPU dan Dukungan Pemerintah India

Peran IndiaAI Mission

Pengembangan model berskala besar seperti Sarvam 105B membutuhkan sumber daya komputasi yang sangat besar. Dalam konteks India, akses terhadap infrastruktur GPU kelas tinggi baru tersedia secara luas dalam beberapa tahun terakhir.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.

· · · · · ·

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *