Nama tersebut merupakan permainan kata dari:
- Claude, model AI milik Anthropic
- Kata “claw” (cakar) dalam bahasa Inggris
Namun, pihak hukum Anthropic kemudian meminta agar nama tersebut diubah karena dianggap terlalu dekat dengan merek mereka.
Dari Moltbot hingga OpenClaw
Dalam sesi brainstorming komunitas di Discord pada dini hari, muncul nama alternatif Moltbot. Sayangnya, nama ini dianggap kurang praktis dan sulit diucapkan.
Akhirnya, proyek ini resmi menggunakan nama OpenClaw, yang secara tidak langsung juga mengingatkan pada OpenAI. Berbeda dari fase sebelumnya, perubahan nama ini dilakukan dengan persiapan matang, termasuk:
- Riset merek dagang yang komprehensif
- Pembelian domain resmi
- Proses migrasi kode secara menyeluruh
Hasilnya, OpenClaw berkembang pesat dan menarik perhatian komunitas global.
Popularitas OpenClaw di Komunitas Open-Source
Dalam waktu singkat, OpenClaw mencatat pencapaian yang mengesankan di dunia pengembangan perangkat lunak.
Angka yang Mencerminkan Antusiasme Besar
- Lebih dari 114.000 bintang (stars) di GitHub
- Sekitar 2 juta pengunjung hanya dalam satu minggu
Angka ini menunjukkan bahwa OpenClaw dan Moltbook bukan sekadar eksperimen iseng, melainkan proyek yang dianggap serius dan menjanjikan oleh komunitas teknologi global.
Respons dari Tokoh Teknologi Dunia
Sejumlah tokoh ternama di bidang teknologi turut memberikan komentar mengenai fenomena Moltbook.
Simon Willison, pengembang dan penulis open-source, menyebut Moltbook sebagai salah satu tempat paling menarik di internet saat ini. Ia menilai platform ini membuka jendela baru untuk memahami bagaimana AI berinteraksi tanpa campur tangan manusia secara langsung.







