INFO TEKNO> Perusahaan digital Israel Discover-Tech menggunakan iklan daringnya untuk melacak pengguna internet dan memasang spyware tanpa klik, menurut laporan Citizen Lab dan perusahaan keamanan iklan Confiant. Temuan itu rilis pada Kamis (15/10/2026).
Sistem periklanan ini mampu mengidentifikasi dan memprofilkan pengguna hanya dengan memuat iklan di halaman situs web atau aplikasi. Pengguna tidak perlu mengeklik apa pun untuk menjadi sasaran.
Pada serangan zero-click, korban tidak melakukan satu pun tindakan. Pemuatan iklan di layar sudah cukup untuk memulai proses pelacakan dan peretasan.
Kasus ini melibatkan Discover-Tech sebagai pemasang iklan, Candiru sebagai pemilik server, serta Citizen Lab dan Confiant sebagai pengungkap.
Infeksi Otomatis Saat Iklan Muncul
Sistem peretasan canggih ini beroperasi secara otomatis. Pengguna tidak perlu membuka tautan, mengunduh berkas, atau berinteraksi fisik dengan iklan untuk menjadi sasaran tembak.
Pakar keamanan siber dan penulis Eddy Willems menjelaskan sebab infeksi tanpa interaksi itu. Ia memaparkan bahwa iklan berbahaya tersebut dapat menginfeksi sistem secara otomatis saat muncul di layar.
Perangkat lunak berbahaya itu mengincar berbagai data sensitif setelah perangkat terinfeksi. Targetnya meliputi berkas, dokumen, dan data peramban seperti cookies, penanda halaman, serta kredensial.
Spyware tersebut juga merekam ketikan (keylogger), mengambil tangkapan layar, dan mengaktifkan mikrofon serta kamera. Terakhir, ia meretas surat elektronik dan pesan singkat.
45 Perangkat Staf Al Jazeera Jadi Sasaran
Investigasi Citizen Lab mengonfirmasi sedikitnya 45 perangkat milik staf media Al Jazeera yang meliput isu-isu sensitif menjadi sasaran peretasan sepanjang 2024 hingga 2025.
Discover-Tech membeli ruang iklan berbahaya di jaringan periklanan global untuk menyasar target. Setelah itu, perusahaan tersebut mengarahkan perangkat mereka secara diam-diam ke server terinfeksi milik Candiru.
Candiru adalah perusahaan peretas Israel yang masuk daftar hitam Pemerintah Amerika Serikat sejak 2021. Status daftar hitam itu telah berlangsung sekitar lima tahun. Dengan demikian, Discover-Tech dan Candiru sama-sama perusahaan asal Israel.
Rangkaiannya berurutan: Discover-Tech membeli ruang iklan, iklan tampil di situs atau aplikasi, perangkat korban mengarah ke server Candiru, lalu spyware mengambil data target.
Aktivitas itu berlangsung sepanjang 2024 hingga 2025, sedangkan laporannya baru rilis pada Oktober 2026. Temuan tersebut berasal dari investigasi bersama Citizen Lab dan Confiant, yang memetakan cara iklan menyasar pengguna, server penerima perangkat korban, dan jangkauan jaringan yang terpapar.
Jangkauan Luas hingga Jaringan Sensitif Dunia
Jangkauan operasi iklan daring ini tergolong masif. Discover-Tech dilaporkan menyebarkan iklannya melalui kerja sama ke lebih dari 120.000 situs web dan 75.000 aplikasi.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.
Sumber: https://infotekno.net/iklan-discover-tech-spyware-tanpa-klik-candiru/

