Apple Disebut Tahan Harga iPhone 18, Sementara Samsung Naikkan Seri Galaxy
INFO TEKNO> Apple dilaporkan akan mengambil “strategi penetapan harga agresif” pada iPhone 18 Pro dan Pro Max, mempertahankan harga dasar setara seri sebelumnya di tengah gejolak biaya memori global yang memaksa Samsung menaikkan harga di nyaris seluruh lini produknya.
Apple Disebut Terapkan Strategi Harga Agresif untuk iPhone 18
Catatan riset yang dikutip oleh 9to5Mac mengungkap rencana Apple untuk menjaga harga iPhone 18 sestabil mungkin pada saat peluncurannya tahun ini. Analis Jeff Pu menyebutkan Apple dapat mengambil “strategi penetapan harga agresif” pada model penyimpanan dasar iPhone 18 Pro dan Pro Max.
Jika proyeksi ini akurat, harga awal iPhone 18 Pro kemungkinan tidak akan berbeda dari jajaran iPhone 17 Pro. Apple disebut akan menyerap sebagian tekanan kenaikan biaya memori dengan memindahkan beban kenaikan harga ke tingkat penyimpanan yang lebih tinggi.
Pendekatan ini mencerminkan taktik yang sudah dipakai Samsung pada lini Galaxy S26 — mempertahankan harga Galaxy S26 Ultra tetap stabil di posisi awal, sementara selisih biaya ditutupi dengan menaikkan harga model Galaxy S26 dasar dan Galaxy S26 Plus.
Samsung Naikkan Harga di Hampir Seluruh Lini Produk
Samsung tidak berhenti pada seri S26. Beberapa minggu setelah peluncuran tersebut, Galaxy Z Fold 7 — yang baru berusia delapan bulan — mengalami kenaikan harga $80. Galaxy Z Flip 7 ikut naik $80. Galaxy S25 Edge dan Galaxy S25 FE masing-masing bertambah $80 dan $40.
Kenaikan paling tajam menimpa Galaxy Tab S11 Ultra varian 1TB, yang harganya melonjak $280 sekaligus.
Tren ini mencerminkan tekanan nyata yang dihadapi produsen perangkat keras ketika biaya komponen — terutama memori — naik tajam. Langkah tersebut logis bagi Samsung. Perangkat keras adalah bisnis inti mereka, dan margin perangkat keras harus dijaga. Ketika biaya komponen naik, pilihan mereka jauh lebih terbatas dibandingkan pemain yang memiliki sumber pendapatan alternatif yang lebih menguntungkan.
Posisi Apple dan Google Berbeda dari Samsung
Google memilih jalur berlawanan. Selama siklus Pixel 10, Google berulang kali memangkas harga di seluruh seri tersebut dan terus menjalankan promosi agresif secara berkala. Strategi ini tampak mengabaikan pola penetapan harga reguler yang biasa diterapkan vendor lain.
Ini dimungkinkan karena perangkat keras Pixel bukan mesin utama pendapatan Google. Pencarian dan komputasi awan adalah tulang punggung bisnis mereka. Pixel diperlakukan sebagai saluran distribusi untuk Gemini dan langganan Google One AI Premium — semakin banyak pengguna Pixel, semakin besar basis pelanggan layanan berbayar Google.
Apple berada di posisi yang secara struktural serupa. Pendapatan layanan Apple mencapai $30,98 miliar pada kuartal kedua 2026 — naik 16% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya — dan menyumbang 27,9% dari total pendapatan triwulanan perusahaan. iPhone memang tetap menjadi kontributor terbesar dengan $56,99 miliar, namun margin layanan jauh melampaui margin perangkat keras.
Artinya, Apple tidak harus sepenuhnya bergantung pada margin hardware iPhone untuk menjaga profitabilitas. Ada ruang gerak yang tidak dimiliki pemain perangkat keras murni seperti Samsung.
Pangsa Pasar Membedakan Apple dari Google
Satu konteks penting perlu dicatat: Apple menguasai pangsa pasar penjualan ponsel global yang jauh lebih besar dari Google. Volume Pixel secara keseluruhan masih sangat kecil dibandingkan iPhone, yang berarti keputusan harga Apple berdampak pada ekosistem konsumen yang jauh lebih luas.
Namun, pola harga Pixel tetap memberikan referensi yang berguna. Jika Google bisa menekan harga dengan memanfaatkan pendapatan layanan sebagai penyeimbang, Apple — dengan basis layanan yang jauh lebih besar dan mapan — memiliki fleksibilitas setidaknya sebesar itu, jika tidak lebih.
Tekanan Biaya Memori Tidak Akan Mereda dalam Waktu Dekat
Pertanyaan yang lebih relevan bukan apakah Apple bisa menghindari kenaikan harga sepenuhnya. Yang lebih penting: seberapa lama mereka bisa menyembunyikan dampaknya di tempat yang kurang terlihat oleh konsumen — misalnya di konfigurasi penyimpanan lebih tinggi atau paket aksesori.
Strategi semacam itu bisa berhasil untuk sementara, terutama jika Apple menginginkan pemberitaan positif dari harga peluncuran iPhone 18 yang tampak tidak berubah.
Proyeksi jangka menengah kurang menggembirakan. Analis IDC memperkirakan penurunan harga memori baru akan terjadi pada akhir 2027. Gartner memperingatkan potensi lonjakan biaya DRAM dan SSD sebesar 130% pada akhir 2026. Dengan tekanan struktural seperti itu, kenaikan harga iPhone pada titik tertentu hampir tidak bisa dihindari — yang tersisa hanya soal kapan dan di mana Apple memilih membebankannya kepada pembeli.
FAQ
Q: Apakah harga iPhone 18 Pro akan naik dibanding iPhone 17 Pro?
A: Menurut analis Jeff Pu yang catatannya dikutip 9to5Mac, Apple berencana menerapkan strategi harga agresif untuk model dasar iPhone 18 Pro dan Pro Max, dengan kemungkinan harga awal setara iPhone 17 Pro.
Q: Berapa pendapatan layanan Apple pada kuartal kedua 2026?
A: Pendapatan layanan Apple mencapai $30,98 miliar pada Q2 2026, naik 16% dari tahun sebelumnya, dan menyumbang 27,9% dari total pendapatan triwulanan perusahaan.
Q: Berapa kenaikan harga Samsung Galaxy Tab S11 Ultra 1TB?
A: Galaxy Tab S11 Ultra varian 1TB mengalami kenaikan harga $280, menjadikannya kenaikan paling signifikan di antara seluruh lini produk Samsung yang terdampak lonjakan biaya memori.
Q: Kapan harga memori DRAM diperkirakan turun menurut analis?
A: Analis IDC memperkirakan penurunan harga memori baru terjadi pada akhir 2027, sementara Gartner memperingatkan potensi lonjakan biaya DRAM dan SSD hingga 130% pada akhir 2026.
Q: Mengapa Apple bisa menahan kenaikan harga iPhone lebih lama dari Samsung?
A: Apple memiliki pendapatan layanan bermargin tinggi yang menyumbang 27,9% dari total revenue triwulanannya, sehingga tidak harus sepenuhnya bergantung pada margin perangkat keras — berbeda dari Samsung yang bisnis intinya adalah hardware.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.






