Berita  

AI Claude Mythos Selesaikan Serangan 32 Langkah, Bankir Global Ketar-ketir

Claude Mythos, AI Anthropic yang tak dirilis publik, hapus Rp248 triliun kapitalisasi pasar siber, picu panggilan darurat Menkeu AS, dan kini diselidiki akibat dugaan akses bocor.

Claude Mythos, AI Anthropic yang tak dirilis publik, hapus Rp248 triliun kapitalisasi pasar siber
Claude Mythos, AI Anthropic yang tak dirilis publik, hapus Rp248 triliun kapitalisasi pasar siber

Claude Mythos Guncang Pasar Siber Rp248 Triliun, Menteri Keuangan AS Panggil Bos Goldman Sachs

INFO TEKNO> Model AI terbaru Anthropic bernama Claude Mythos — yang dinyatakan tidak akan dirilis ke publik — telah menghapus kapitalisasi pasar perusahaan keamanan siber senilai 14,5 miliar dolar AS (sekitar Rp248 triliun) hanya dalam satu hari, sekaligus memaksa Menteri Keuangan AS memanggil bos bank-bank terbesar Amerika.

Apa Itu Claude Mythos dan Mengapa Tidak Dirilis?

Anthropic mengumumkan keberadaan Claude Mythos pada 7 April lalu. Berbeda dari model AI komersial yang dirilis untuk umum, Mythos secara eksplisit tidak akan dipublikasikan.

Keputusan itu bukan karena keterbatasan teknis — justru sebaliknya. Dilansir dari The Guardian, Anthropic sendiri menyebut Mythos sebagai ancaman serius bagi keamanan siber organisasi mana pun. Model ini mampu mengidentifikasi celah-celah tersembunyi dalam sistem IT yang berpotensi langsung dieksploitasi oleh peretas.

Kemampuan paling mengkhawatirkan yang diklaim Anthropic: Mythos dapat mengidentifikasi dan mengeksploitasi celah “zero-day” — kelemahan yang sama sekali belum diketahui pengembang maupun organisasi yang terdampak — pada berbagai sistem operasi dan browser penting. Beberapa celah yang berhasil ditemukan bahkan dilaporkan telah ada selama puluhan tahun tanpa pernah terdeteksi oleh siapapun. Anthropic menyebut ini sebagai “momen bersejarah bagi keamanan siber.”

Evaluasi AISI: Prestasi 32 Langkah yang Belum Pernah Dicapai AI Lain

Penilaian independen datang dari AI Security Institute (AISI) milik Inggris. Setelah mengevaluasi Mythos secara langsung, AISI menyimpulkan bahwa model ini merupakan “peningkatan signifikan” dibandingkan model-model AI sebelumnya.

Bukti konkretnya: Mythos berhasil menyelesaikan simulasi serangan siber 32 langkah dalam uji coba yang dirancang AISI sendiri. Ini adalah pertama kalinya sebuah model AI berhasil menyelesaikan skenario tersebut — sebuah patokan yang sebelumnya dianggap terlalu kompleks untuk dilakukan secara otomatis oleh sistem AI.

Namun sejumlah ahli mengingatkan agar tidak terbawa kepanikan berlebihan. Perusahaan keamanan AI bernama Aisle menemukan bahwa model-model lain yang jauh lebih murah pun mampu mengidentifikasi celah serupa. Para ahli juga mengingatkan bahwa sebagian besar pelanggaran keamanan nyata masih bersumber dari kelemahan konvensional — autentikasi lemah dan celah yang sudah dikenal namun belum ditambal.

Baca Juga  Krisis Tersembunyi Chip AI Nvidia: Fakta Mengejutkan yang Menggoyang Tahta Teknologi Dunia

Tidak sedikit pihak yang menilai ada unsur hype dalam cara Anthropic — startup yang ditaksir bernilai sekitar 800 miliar dolar AS — mempresentasikan kemampuan Mythos kepada publik.

Scott Bessent Panggil Goldman Sachs dan Citi, Regulator Inggris Gelar Rapat Darurat

Kekhawatiran bukan sekadar wacana akademis. Respons dari para pemegang kendali sistem keuangan global bergerak cepat dan konkret.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent memanggil para bos bank-bank besar Amerika — termasuk Goldman Sachs dan Citi — untuk membahas secara khusus risiko siber yang ditimbulkan Mythos. Pertemuan ini terjadi di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap ancaman AI ofensif terhadap infrastruktur keuangan nasional.

Di sisi lain Atlantik, regulator Inggris memasukkan isu ini ke dalam agenda Cross Market Operational Resilience Group — forum tingkat tinggi yang melibatkan pejabat senior dari empat institusi sekaligus: HM Treasury, Bank of England, Financial Conduct Authority (FCA), dan National Cyber Security Centre (NCSC).

Topik ini bahkan bergema hingga ke forum internasional bergengsi. Dalam pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington DC pada April lalu, Mythos menjadi salah satu topik paling krusial yang diperdebatkan para pemimpin ekonomi dunia.

Project Glasswing: 40 Perusahaan Raksasa Dapat Akses Awal Mythos

Alih-alih merilis Mythos ke publik, Anthropic menjalankan inisiatif terbatas bernama Project Glasswing. Melalui program ini, sekitar 40 perusahaan diberikan akses awal untuk menguji model tersebut sebagai bagian dari sistem pertahanan siber mereka.

Daftar pesertanya adalah deretan nama terbesar di industri teknologi dan keuangan global: Apple, Google, JP Morgan, Goldman Sachs, Amazon Web Services, Microsoft, dan Nvidia — semuanya mendapat kesempatan memeriksa kemampuan Mythos dari dalam.

Namun, tidak satu pun dari perusahaan-perusahaan tersebut memberikan pernyataan rinci tentang temuan mereka kepada publik. Keheningan ini justru memperkuat spekulasi soal seberapa serius ancaman yang berhasil diidentifikasi.

Cara Kerja Mythos: Otomatisasi Serangan Skala Besar

Dirangkum dari KompasTekno, Mythos merupakan bagian dari ekosistem AI Claude milik Anthropic dan disebut sebagai yang paling canggih yang pernah dikembangkan perusahaan tersebut.

Baca Juga  AMD Gandeng Meta Lewat Skema Chip-untuk-Saham, Tantang Dominasi Nvidia di Pasar AI

Yang membedakan Mythos dari model AI lain bukan hanya kemampuan menemukan bug — melainkan kemampuannya untuk melakukan simulasi hingga eksekusi serangan siber secara otomatis dalam skala besar. Jika disalahgunakan, serangan bisa berlangsung lebih cepat, lebih masif, dan jauh lebih sulit dideteksi dibanding metode konvensional yang digunakan peretas manusia.

CEO Barclays CS Venkatakrishnan menyebut risiko ini cukup serius untuk segera dipahami lebih dalam, termasuk kerentanan apa saja yang mungkin terekspos. Nada serupa disampaikan Gubernur Bank of England Andrew Bailey, yang menilai perkembangan ini harus ditanggapi sangat serius karena berpotensi meningkatkan ancaman kejahatan siber secara signifikan di skala sistemik.

Lima Saham Keamanan Siber Anjlok, Kapitalisasi Hilang Rp248 Triliun

Dampak berantai Mythos tidak berhenti di ruang rapat para regulator. Begitu informasi soal kemampuan model ini beredar luas pada akhir Maret 2026, pasar saham bereaksi keras.

Kapitalisasi pasar perusahaan-perusahaan keamanan siber secara kolektif menyusut sekitar 14,5 miliar dolar AS — setara Rp248 triliun — hanya dalam satu hari perdagangan. Lima nama besar di sektor ini mencatatkan koreksi signifikan:

Perusahaan Penurunan Saham
Palo Alto Networks 6% – 7,5%
CrowdStrike 5% – 7,2%
Zscaler hingga 8%
SentinelOne sekitar 8%
Fortinet 2,4% – 4,8%

Para investor mulai mempertanyakan relevansi model bisnis perusahaan keamanan siber konvensional jika AI ofensif terus berkembang lebih cepat dari solusi pertahanan yang ada.

Akses Bocor: Penyelidikan Internal Anthropic Dimulai

Di tengah semua kehebohan itu, insiden yang paling mengkhawatirkan justru datang dari dalam. Anthropic pada Rabu, 22 April mengonfirmasi sedang menyelidiki laporan bahwa segelintir pengguna di sebuah forum online privat diduga berhasil mendapatkan akses tidak sah ke Mythos.

Laporan ini belum dikonfirmasi secara penuh, namun penyelidikan sudah berjalan. Jika terbukti, ini berarti model yang oleh Anthropic sendiri dinyatakan terlalu berbahaya untuk dirilis — kini berpotensi berada di tangan pihak yang tidak berwenang.

FAQ

Q: Apa itu Claude Mythos dan mengapa tidak dirilis ke publik?
A: Claude Mythos adalah model AI terbaru Anthropic yang diumumkan pada 7 April. Tidak dirilis ke publik karena mampu mengidentifikasi dan mengeksploitasi celah “zero-day” pada sistem operasi dan browser — kelemahan yang belum diketahui pengembang maupun organisasi yang terdampak — sehingga dianggap terlalu berbahaya jika tersedia bebas.

Baca Juga  AI Retas FreeBSD Tanpa Bantuan Manusia, Dunia Siber Geger

Q: Apa pencapaian Mythos dalam uji coba AISI?
A: Mythos berhasil menyelesaikan simulasi serangan siber 32 langkah dalam uji coba yang dirancang AI Security Institute (AISI) Inggris — menjadikannya model AI pertama yang pernah mencapai prestasi tersebut.

Q: Mengapa saham perusahaan keamanan siber anjlok akibat Mythos?
A: Saat informasi kemampuan Mythos beredar luas, investor mempertanyakan relevansi model bisnis keamanan siber konvensional. Akibatnya kapitalisasi pasar sektor ini menyusut sekitar 14,5 miliar dolar AS (Rp248 triliun) dalam satu hari, dengan Palo Alto Networks, CrowdStrike, Zscaler, SentinelOne, dan Fortinet mencatatkan penurunan signifikan.

Q: Apa itu Project Glasswing yang dijalankan Anthropic?
A: Project Glasswing adalah program akses awal terbatas di mana sekitar 40 perusahaan besar — termasuk Apple, Google, JP Morgan, Goldman Sachs, Microsoft, Amazon Web Services, dan Nvidia — diberikan akses untuk menguji Mythos sebagai bagian dari sistem pertahanan siber mereka.

Q: Bagaimana respons pemerintah AS dan Inggris terhadap Mythos?
A: Menteri Keuangan AS Scott Bessent memanggil bos Goldman Sachs dan Citi untuk membahas risiko siber Mythos. Di Inggris, isu ini masuk agenda Cross Market Operational Resilience Group yang melibatkan pejabat senior dari HM Treasury, Bank of England, FCA, dan NCSC.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *