INFO TEKNO> Meta memangkas sekitar 8.000 karyawan atau sekitar 10% dari total tenaga kerjanya, dimulai 20 Mei 2026, dengan CEO Mark Zuckerberg secara terbuka mengakui PHK massal ini dilakukan untuk mengalihkan anggaran ke investasi kecerdasan buatan.
Zuckerberg menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan internal perusahaan — pertama kalinya ia berbicara langsung ke karyawan sejak Meta mengonfirmasi rencana pemangkasan berskala besar ini.
“Pada dasarnya, kami memiliki dua pusat biaya utama di perusahaan, infrastruktur komputasi dan hal-hal yang berkaitan dengan sumber daya manusia,” ujar Zuckerberg, seperti dikutip dari Reuters.
“Jika kita berinvestasi lebih banyak di satu area untuk melayani komunitas kita, itu berarti kita memiliki lebih sedikit modal untuk dialokasikan ke area lain. Karena itu, kita memang perlu sedikit merampingkan ukuran perusahaan,” sambungnya.
Namun Zuckerberg membantah bahwa PHK ini dipicu oleh transisi Meta menuju struktur berbasis AI maupun pembangunan agen AI otonom.
“Mendorong setiap orang di internal perusahaan untuk menggunakan perangkat AI dan membuat pekerjaan menjadi lebih efisien bukanlah faktor pendorong terjadinya PHK,” tegasnya.
Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan adanya gelombang PHK susulan. “Kita akan melihat bagaimana perkembangan tren ini nantinya,” ujar Zuckerberg.
“Saya berharap bisa mengatakan kepada Anda bahwa saya memiliki semacam bola kristal ajaib untuk memprediksi bagaimana semua ini akan berjalan dalam tiga tahun ke depan. Tapi saya tidak memilikinya. Saya rasa tidak ada satu pun orang yang punya,” cetusnya.
Di sisi lain, Meta juga mulai melacak aktivitas para karyawannya secara sistematis — mencakup klik, penggunaan tombol pintas keyboard, hingga cara pekerja menavigasi aplikasi internal — sebagai bagian dari upaya perusahaan melatih sistem AI-nya.
Langkah pemantauan ini, bersamaan dengan gelombang PHK, memicu kritik internal. Reuters melaporkan sejumlah karyawan menyuarakan kekhawatiran mereka secara terbuka di forum pesan internal perusahaan.
Saat dimintai tanggapan lebih lanjut, Meta merujuk pada pernyataan CFO Susan Li dalam laporan keuangan terbaru. “Kami tidak benar-benar tahu seberapa besar ukuran optimal bagi perusahaan ini di masa depan,” kata Li.
Meta — induk dari Facebook, Instagram, dan WhatsApp — tercatat mempekerjakan hampir 79.000 orang per 31 Desember 2025. PHK kali ini bukan yang pertama: pada November 2022, perusahaan memangkas 11.000 karyawan, disusul 10.000 karyawan lagi beberapa bulan setelahnya.
Total akumulasi PHK dalam tiga tahun terakhir menempatkan Meta di antara perusahaan teknologi dengan restrukturisasi tenaga kerja terbesar di era pasca-pandemi.
=== FAQ SCHEMA ===
Q: Kenapa Meta melakukan PHK besar-besaran pada Mei 2026?
A: CEO Meta Mark Zuckerberg menyatakan PHK dilakukan karena perusahaan perlu mengalihkan anggaran dari biaya sumber daya manusia ke investasi infrastruktur komputasi dan AI. Sekitar 8.000 karyawan atau 10% tenaga kerja dipangkas mulai 20 Mei 2026.
Q: Apakah akan ada PHK tambahan di Meta setelah gelombang Mei 2026?
A: Zuckerberg tidak menutup kemungkinan gelombang PHK susulan. Ia menyatakan “kita akan melihat bagaimana perkembangan tren ini nantinya” dan menyebut perusahaan akan berbagi informasi lebih lanjut dalam waktu dekat.
Q: Apakah Meta memantau aktivitas karyawannya?
A: Ya. Meta dilaporkan mulai melacak aktivitas karyawan secara sistematis, termasuk klik, penggunaan tombol pintas keyboard, dan cara menavigasi aplikasi internal, sebagai bagian dari upaya melatih sistem AI perusahaan.
Q: Berapa total karyawan Meta sebelum PHK Mei 2026?
A: Meta mempekerjakan hampir 79.000 orang per 31 Desember 2025. PHK 8.000 karyawan ini adalah gelombang ketiga besar setelah pemangkasan 11.000 orang pada November 2022 dan 10.000 orang beberapa bulan sesudahnya.
Q: Apakah PHK Meta terkait dengan pengembangan agen AI otonom?
A: Zuckerberg secara eksplisit membantah kaitan tersebut. Ia menyatakan bahwa mendorong penggunaan AI internal dan efisiensi kerja “bukanlah faktor pendorong terjadinya PHK” — penyebabnya murni realokasi anggaran ke infrastruktur komputasi.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.






