Arsip  

Alibaba Cloud Rilis AI Video dengan Input Teks, Gambar, Audio

Alibaba Cloud luncurkan Wan2.7-Video, model AI generasi video multimodal dengan kontrol kreatif presisi, edit via instruksi, dan roadmap Wan 3.0.

Tongyi Lab, unit riset Alibaba Cloud, resmi meluncurkan Wan2.7-Video pada 3 April. Model generasi video ini menerima input multimodal: teks, gambar, video, dan audio. Peluncuran ini memperluas portofolio alat kreatif AI Alibaba.
Tongyi Lab, unit riset Alibaba Cloud, resmi meluncurkan Wan2.7-Video pada 3 April. Model generasi video ini menerima input multimodal: teks, gambar, video, dan audio. Peluncuran ini memperluas portofolio alat kreatif AI Alibaba.

Alibaba Rilis Wan2.7-Video, Model AI Multimodal untuk Generasi Video Tingkat Lanjut

INFO TEKNO> Alibaba melalui unit risetnya, Tongyi Lab, meluncurkan model kecerdasan buatan terbaru bernama Wan2.7-Video pada 3 April. Model ini dirancang untuk menghasilkan video berbasis berbagai jenis input—teks, gambar, video, hingga audio—sekaligus memperluas kapabilitas ekosistem AI kreatif yang sedang dibangun perusahaan.

Peluncuran ini terjadi hanya dua hari setelah debut Wan2.7-Image pada 1 April. Tempo rilisnya cepat. Terukur.

Dengan tambahan ini, lini model Wan kini diposisikan sebagai salah satu paket alat generatif paling lengkap dalam ranah produksi video berbasis AI terbuka.

Arsitektur Multimodal dan Kontrol Produksi yang Presisi

Integrasi Empat Jenis Input

Wan2.7-Video dibangun untuk memproses berbagai sumber input secara simultan. Teks, visual statis, klip video, dan audio dapat digabung dalam satu pipeline generasi. Fleksibilitas ini menjadi fondasi utama.

Baca Juga  Menguasai Multi-File Editing di Vim: Strategi Efisien Pakai Buffer, Window, dan Tab

Pengguna tidak lagi terbatas pada satu format. Kombinasi input membuka ruang eksplorasi yang lebih luas dalam produksi konten visual berbasis AI.

Kendali Detail dalam Komposisi dan Narasi

Model ini memungkinkan pengaturan detail yang sangat spesifik. Komposisi adegan dapat diatur. Alur cerita bisa diarahkan.

Elemen visual seperti pencahayaan, transisi waktu, hingga dinamika antar frame dapat dikontrol secara presisi. Hasilnya lebih konsisten. Lebih sinematik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *