Berita  

Baidu Ekspansi Global: Taksi Otonom Debut di Dubai

Baidu resmi operasikan taksi tanpa pengemudi di Dubai lewat Apollo Go. Armada 100 unit perdana, target 1.000 kendaraan, dan integrasi dengan aplikasi Uber.

Baidu pada Selasa ini meluncurkan layanan ride-hailing komersial tanpa pengemudi secara penuh di Dubai
Baidu pada Selasa ini meluncurkan layanan ride-hailing komersial tanpa pengemudi secara penuh di Dubai

Baidu Resmi Operasikan Taksi Tanpa Pengemudi di Dubai, Ekspansi Internasional Pertama Apollo Go

INFO TEKNO> Baidu pada Selasa ini meluncurkan layanan ride-hailing komersial tanpa pengemudi secara penuh di Dubai — penerapan internasional pertama aplikasi Apollo Go milik raksasa teknologi China tersebut, sekaligus tonggak bersejarah bagi mobilitas otonom di kawasan Timur Tengah.

Layanan ini memungkinkan penduduk dan wisatawan Dubai memesan perjalanan dengan kendaraan yang beroperasi tanpa pengemudi pengaman manusia melalui aplikasi Apollo Go. Peluncuran dilakukan dalam kemitraan dengan Roads and Transport Authority (RTA) Dubai dan Dubai Taxi Company, yang menyediakan dukungan operasional lokal.

Dari Izin Uji Coba ke Operasi Komersial Penuh

Proses menuju peluncuran ini bergerak cepat. Pada Januari 2026, Apollo Go memperoleh izin uji coba tanpa pengemudi pertama di Dubai untuk kendaraan otonom penuh — dokumen regulasi yang mengizinkan operasi di jalanan umum tertentu tanpa kehadiran pengemudi pengaman.

Baidu turut membangun infrastruktur pendukung. Perusahaan membuka pusat operasi dan kontrol seluas 2.000 meter persegi di Dubai Science Park — fasilitas pertamanya di luar daratan China — untuk menangani manajemen armada, pemeliharaan kendaraan, dan pengujian keselamatan secara terpusat.

Baca Juga  Microsoft Akuisisi Osmos untuk Mempercepat Rekayasa Data Otonom di Fabric

Armada otonom ini diluncurkan secara bertahap di bawah pengawasan RTA. Gelombang pertama mencakup 100 kendaraan yang langsung diintegrasikan ke dalam jaringan transportasi Dubai, menurut laporan Gulf News.

Integrasi dengan Uber dan Target Armada 1.000 Unit

Jangkauan layanan ini akan segera meluas. Pengguna dapat memesan robotaxi Apollo Go melalui aplikasi Uber di lokasi-lokasi yang telah ditentukan — kelanjutan dari kolaborasi kedua perusahaan yang pertama kali diumumkan di Dubai pada Februari 2026. Kemitraan ini sendiri merupakan perpanjangan dari kesepakatan global yang lebih luas yang dibentuk pada Juli 2025.

Target skala armada juga ambisius. Baidu menyatakan rencana untuk menambah jumlah kendaraan otonom di Dubai hingga melampaui 1.000 unit dalam beberapa tahun ke depan. Angka ini selaras dengan target kota Dubai untuk menjadikan 25 persen dari seluruh perjalanan transportasi bersifat cerdas dan tanpa pengemudi pada tahun 2030.

Baca Juga  Apple Rilis iOS 26.4 dan iPadOS 26.4, Fokus Keamanan Data dan Integrasi AI

20 Juta Perjalanan Global, Abu Dhabi Sudah Lebih Dahulu

Dubai bukan satu-satunya ekspansi Apollo Go di kawasan Teluk. Pada Januari 2026, platform ini telah meluncurkan operasi komersial otonom penuh di Abu Dhabi melalui kemitraan dengan AutoGo yang berbasis di Uni Emirat Arab, dimulai dari Pulau Yas dengan rencana perluasan ke seluruh emirat.

Secara global, Apollo Go mencatat pencapaian signifikan: lebih dari 20 juta perjalanan telah diselesaikan di seluruh dunia hingga Februari 2026. Angka ini menempatkan Baidu sebagai salah satu operator robotaxi dengan rekam jejak operasional terbesar di luar Amerika Serikat.

London Masuk Radar: Kemitraan dengan Uber dan Lyft

Ekspansi Apollo Go tidak berhenti di Teluk Persia. Baidu telah bermitra dengan Uber dan Lyft untuk membawa uji coba robotaxi ke London, menurut laporan The Wall Street Journal.

Baca Juga  Google Ungkap Jaringan Proxy Global Asal China, Jutaan Perangkat Android Terekspos

Uber merencanakan program percontohan di London pada semester pertama 2026. Lyft menargetkan pengujian serupa, menunggu persetujuan dari regulator setempat. CEO Lyft David Risher menyatakan di platform X bahwa armada London akan dimulai dengan beberapa kendaraan sebelum berkembang hingga ratusan unit.

Peluncuran Dubai menjadi preseden pertama yang menunjukkan Apollo Go mampu beroperasi dalam lingkungan regulasi dan infrastruktur di luar China — sebuah pembuktian yang kini menjadi argumen utama dalam negosiasi dengan kota-kota berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *