Berita  

Apple Akhiri Produksi Mac Pro Setelah Dua Dekade, Era Desktop Profesional Resmi Berakhir

Apple resmi hentikan produksi Mac Pro setelah 20 tahun, berikut sejarah, alasan penghentian, dan perannya digantikan Mac Studio di lini desktop Apple.

Apple resmi hentikan produksi Mac Pro setelah beroperasi selama 20 tahun menjadi tonggak penting dalam sejarah industri komputer desktop profesional.
Apple resmi hentikan produksi Mac Pro setelah beroperasi selama 20 tahun menjadi tonggak penting dalam sejarah industri komputer desktop profesional.

Apple Resmi Hentikan Produksi Mac Pro Setelah 20 Tahun

Info Tekno> Apple resmi hentikan produksi Mac Pro setelah beroperasi selama 20 tahun menjadi tonggak penting dalam sejarah industri komputer desktop profesional. Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Apple dilaporkan menghentikan produksi komputer desktop kelas profesionalnya, Mac Pro setelah sekitar dua dekade hadir di pasar.

Keputusan ini menandai berakhirnya salah satu lini produk paling ikonik yang pernah dimiliki Apple, khususnya bagi kalangan profesional seperti editor video, desainer grafis, hingga pengembang perangkat lunak yang membutuhkan performa tinggi.

Menurut laporan GSMArena pada Sabtu (28/3) waktu setempat, Mac Pro kini telah dihentikan dengan menghapus produk tersebut dari situs webnya.

Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa Apple telah mengalihkan fokusnya ke lini produk desktop yang lebih baru dan modern.

Bagaimana Sejarah Mac Pro Selama Dua Dekade?

Awal Kehadiran sebagai Penerus Power Mac G5

Diketahui, Mac Pro pertama kali diperkenalkan pada 2006 sebagai penerus Power Mac G5.

Sejak awal kemunculannya, Mac Pro dirancang sebagai komputer desktop kelas profesional dengan performa tinggi dan fleksibilitas maksimal.

Mirip dengan pendahulunya, Mac Pro adalah PC desktop tower dengan desain modular yang memungkinkan pengguna untuk mengganti CPU, memori, drive optik dan penyimpanan, serta kartu ekspansi PCI.

Desain modular ini menjadi salah satu keunggulan utama Mac Pro, karena memberikan kebebasan bagi pengguna untuk menyesuaikan perangkat sesuai kebutuhan mereka.

Periode Stagnasi hingga 2012

Format dasar Mac Pro tetap tidak berubah hingga tahun 2012, meskipun sudah mulai ketinggalan zaman.

Pada periode ini, Apple menghadapi tantangan untuk mempertahankan relevansi produk di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Baca Juga  Apple Siapkan MacBook Murah Berchip iPhone Awal 2026, Tantang Dominasi Chromebook dan Laptop Windows Entry-Level

Meski demikian, Mac Pro tetap memiliki basis pengguna setia di kalangan profesional.

Desain Kontroversial dan Perubahan Besar

Desain “Tempat Sampah” Tahun 2013

Kemudian pada tahun 2013, Apple mengumumkan desain ulang yang kontroversial, yang sejak itu dijuluki Mac “tempat sampah”.

Model ini meninggalkan modularitas desain tower sebelumnya untuk desain komponen yang lebih ringkas namun sebagian besar terintegrasi, di mana satu-satunya komponen yang dapat diupgrade adalah memori dan penyimpanan.

Langkah ini menjadi kontroversial karena mengurangi fleksibilitas yang sebelumnya menjadi daya tarik utama Mac Pro.

Keterbatasan Termal Jadi Masalah

Model ini akhirnya juga ditinggalkan oleh perusahaan, yang kemudian terungkap disebabkan oleh keterbatasan termal desain tersebut, yang mencegah peningkatan ke komponen yang lebih bertenaga.

Keterbatasan ini membuat Mac Pro sulit bersaing dengan workstation lain yang menawarkan performa lebih tinggi.

Kembalinya Desain Modular dan Transisi Chip

Desain Baru Tahun 2019

Pada tahun 2019, Apple memperkenalkan desain utama ketiga dan terakhir dari Mac Pro.

Model ini kembali ke sifat modular pendahulunya, dengan semua komponen kecuali CPU dapat diganti oleh pengguna.

Langkah ini dianggap sebagai respons terhadap kritik pengguna terhadap model sebelumnya.

Peralihan ke Chip Seri M

Revisi ini merupakan salah satu komputer terakhir yang dirilis Apple dengan CPU Intel, karena perusahaan mulai beralih ke chip seri M berbasis ARM buatan sendiri.

Peralihan ini menjadi bagian dari strategi besar Apple untuk mengontrol ekosistem perangkat keras dan perangkat lunaknya secara lebih terintegrasi.

Mac Pro mendapatkan pembaruan seri M pada tahun 2023 dengan peralihan ke M2 Ultra, yang akhirnya menjadi pembaruan terakhir yang diterimanya sepanjang masa pakainya.

Baca Juga  4 Game Arcade Baru dan 4 Serial Apple TV+ Tayang Mei 2026, Ini Jadwal Lengkapnya

Dampak Perubahan Arsitektur

Meskipun modularitasnya tidak berubah, peralihan ke chip seri M membatasi jenis perangkat yang dapat dipasang ke slot ekspansi PCI, mengurangi daya tarik komputer ini bagi para penggemar.

Hal ini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan Apple untuk menghentikan lini produk ini.

Mengapa Apple Menghentikan Mac Pro?

Keputusan Apple untuk menghentikan produksi Mac Pro tidak terlepas dari perubahan strategi perusahaan dalam menghadirkan produk yang lebih efisien dan terintegrasi.

Selain itu, keterbatasan teknis serta perubahan kebutuhan pasar juga menjadi faktor penting.

Dengan semakin banyaknya pengguna yang beralih ke perangkat yang lebih ringkas namun tetap bertenaga, Mac Pro yang berukuran besar menjadi kurang relevan.

Apa Pengganti Mac Pro?

Mac Studio Jadi Andalan Baru

Akhirnya, Mac Pro digantikan oleh Mac Studio sebagai komputer paling canggih dalam jajaran produk Apple, karena Mac Pro tidak menerima pembaruan lebih lanjut.

Studio kini tetap menjadi komputer desktop unggulan dalam jajaran produk Apple saat ini.

Perangkat ini menawarkan performa tinggi dalam desain yang lebih ringkas, sesuai dengan tren kebutuhan pengguna modern.

Perubahan Arah Produk Apple

Dengan menjadikan Mac Studio sebagai flagship desktop, Apple menunjukkan pergeseran fokus dari modularitas ke efisiensi dan integrasi.

Hal ini mencerminkan strategi perusahaan dalam menghadirkan produk yang lebih praktis tanpa mengorbankan performa.

Dampak bagi Pengguna dan Industri

Pengguna Profesional Harus Beradaptasi

Penghentian Mac Pro memaksa pengguna profesional untuk beradaptasi dengan perangkat baru yang mungkin memiliki pendekatan berbeda dalam hal upgrade dan fleksibilitas.

Bagi sebagian pengguna, hal ini bisa menjadi tantangan, terutama bagi mereka yang terbiasa dengan sistem modular.

Baca Juga  Peringatan Pembaruan Apple: Pengaturan Rahasia iPhone yang Mengancam Keamanan Data Anda

Perubahan Lanskap Desktop Profesional

Langkah ini juga berdampak pada industri komputer desktop profesional secara keseluruhan.

Produsen lain mungkin melihat peluang untuk mengisi celah yang ditinggalkan oleh Mac Pro, terutama dalam segmen workstation modular.

Kesimpulan

Penghentian produksi Mac Pro menandai akhir dari era penting dalam sejarah Apple. Selama dua dekade, produk ini telah menjadi simbol kekuatan dan fleksibilitas dalam dunia komputer desktop profesional.

Dengan beralih ke Mac Studio, Apple menunjukkan arah baru yang lebih fokus pada efisiensi, integrasi, dan performa tinggi dalam desain yang lebih ringkas.

Opini Penulis – Aaf Afiatna

Menurut saya, keputusan Apple menghentikan Mac Pro adalah langkah yang cukup berani, namun sejalan dengan strategi mereka dalam beberapa tahun terakhir. Apple tampaknya lebih memilih kontrol penuh atas ekosistemnya, meskipun harus mengorbankan fleksibilitas yang selama ini menjadi keunggulan Mac Pro.

Bagi pengguna profesional, perubahan ini bisa menjadi dilema. Namun, jika Apple mampu terus meningkatkan performa dan efisiensi produk barunya, bukan tidak mungkin keputusan ini justru membawa standar baru dalam industri komputer desktop.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *