Google Flow Perbarui AI Studio dengan Nano Banana dan Veo 3.1, Kreator Kini Bisa Buat Cerita Visual Terpadu

Google Flow memperbarui AI Studio dengan Nano Banana dan Veo 3.1, menghadirkan grid aset terpadu, pembuatan gambar gratis, serta pengeditan video fleksibel dalam satu platform.

Cara membuat cerita visual di AI Studio Google Flow yang telah diperbarui dengan Nano Banana kini menjadi lebih sederhana
Cara membuat cerita visual di AI Studio Google Flow yang telah diperbarui dengan Nano Banana kini menjadi lebih sederhana

Google Flow Perbarui AI Studio dengan Nano Banana dan Veo 3.1, Kreator Kini Bisa Buat Cerita Visual Terpadu

Info Tekno> Cara membuat cerita visual di AI Studio Google Flow yang telah diperbarui dengan Nano Banana kini menjadi lebih sederhana setelah Google merilis pembaruan besar pada platform kreatif berbasis kecerdasan buatannya. Pembaruan ini menghadirkan antarmuka baru, grid aset terpadu, integrasi penuh Nano Banana untuk pembuatan gambar, serta dukungan pengeditan video fleksibel melalui Veo 3.1.

Platform yang dapat diakses secara gratis melalui flow.google ini diposisikan sebagai pusat kreatif terpadu untuk pembuatan gambar, klip video, hingga narasi visual tanpa perlu berpindah aplikasi. Dengan pembaruan tersebut, kreator konten, pendongeng digital, maupun pengguna kasual kini memiliki satu ekosistem kerja terintegrasi untuk membangun proyek visual dari awal hingga akhir.

Baca Juga  Ancaman DeepFake yang Mengguncang Dunia Digital: Fakta Mengejutkan yang Wajib Anda Tahu

Apa Itu Google Flow dan Apa yang Diperbarui?

AI Studio Terpadu untuk Gambar dan Video

Google Flow merupakan studio kreatif bertenaga AI yang dikembangkan oleh Google. Platform ini dirancang untuk memudahkan pengguna dalam menghasilkan konten visual berbasis kecerdasan buatan, mulai dari gambar statis hingga video animasi.

Dalam pembaruan terbarunya, Google Flow menghadirkan beberapa peningkatan utama:

  • Antarmuka (UI) yang didesain ulang
  • Grid aset terpadu untuk gambar dan video
  • Integrasi penuh alat gambar Nano Banana
  • Dukungan pengeditan video melalui Veo 3.1
  • Alur kerja terpadu tanpa perlu aplikasi tambahan

Perubahan ini menandai pergeseran Google Flow dari sekadar alat generatif menjadi pusat produksi konten visual berbasis AI.

Baca Juga  Lonjakan Kebutuhan AI Tekan Rantai Pasokan Chip Apple

Bagaimana Cara Memulai Proyek di Google Flow?

Menggunakan Antarmuka Baru dan Grid Aset

Untuk memulai, pengguna dapat mengunjungi flow.google dan membuat proyek baru. Tampilan beranda yang telah didesain ulang kini menampilkan grid aset, yaitu tampilan tunggal yang memperlihatkan seluruh gambar dan video yang telah dihasilkan dalam satu proyek.

Grid aset ini memungkinkan pengguna untuk:

  • Mencari media berdasarkan kata kunci
  • Menyaring berdasarkan jenis file
  • Mengurutkan berdasarkan tanggal atau tag
  • Mengelompokkan aset ke dalam koleksi

Fitur ini dirancang untuk menjaga proyek tetap terorganisir, bahkan ketika jumlah aset visual sudah sangat banyak. Pengguna juga dapat menyematkan (pin) aset favorit di bagian atas untuk akses cepat, serta menyeret aset antar proyek untuk menggabungkan eksperimen lama dengan proyek baru.

Baca Juga  Bocoran Spek iPhone 18 Pro dan iPhone Fold, Rilis September 2026

Pendekatan ini membantu kreator mengelola alur kerja yang sebelumnya terfragmentasi menjadi lebih terstruktur dan efisien.

Integrasi Whisk dan ImageFX dalam Ekosistem Flow

Konsolidasi Aset Visual dalam Satu Tempat

Google Flow juga memungkinkan integrasi aset dari Whisk dan ImageFX melalui pengaturan tertentu yang akan diluncurkan secara bertahap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *