Info Tekno> ChatGPT mengalami gangguan layanan yang berdampak luas pada ribuan pengguna di berbagai wilayah pada Selasa, 4 Februari. Chatbot kecerdasan buatan milik OpenAI tersebut dilaporkan tidak dapat diakses secara normal, menampilkan pesan error, hingga gagal memproses permintaan pengguna selama beberapa jam.
Gangguan ini terjadi sehari setelah OpenAI lebih dulu mengalami pemadaman sebagian pada 3 Februari, sehingga memicu pertanyaan publik mengenai stabilitas layanan ChatGPT yang kini digunakan secara masif oleh individu, pelaku bisnis, hingga institusi pendidikan di seluruh dunia.
Lonjakan Laporan Gangguan dari Pengguna Global
Ribuan Keluhan Muncul dalam Waktu Singkat
Berdasarkan data dari situs pemantau gangguan layanan DownDetector, laporan masalah mulai meningkat sekitar pukul 11.00 waktu Tengah (Central Time). Dalam waktu kurang dari satu jam, jumlah laporan melonjak tajam hingga mencapai puncaknya di kisaran 12.000 laporan pada pukul 11.30.
Lonjakan ini menunjukkan bahwa gangguan tidak bersifat lokal atau terbatas pada satu wilayah, melainkan berdampak luas pada pengguna ChatGPT di berbagai negara.
Jenis Masalah yang Dilaporkan Pengguna
Dari total laporan yang masuk, rincian masalah yang dialami pengguna antara lain:
- 95 persen melaporkan ChatGPT tidak dapat digunakan atau mengalami error saat memproses permintaan
- 3 persen menyebutkan gangguan pada aplikasi
- 2 persen melaporkan masalah pada situs web OpenAI
Data ini mempertegas bahwa gangguan utama berpusat pada layanan inti ChatGPT, bukan sekadar antarmuka atau aplikasi pendukung.
Penjelasan Resmi OpenAI Terkait Gangguan ChatGPT
OpenAI Akui Tingkat Error Tinggi
Melalui halaman status resminya, OpenAI mengonfirmasi adanya gangguan yang memengaruhi layanan ChatGPT. Perusahaan menyebutkan bahwa pengguna mengalami “tingkat kesalahan yang tinggi” di seluruh platform, terutama setelah pemadaman sebagian yang terjadi sehari sebelumnya.








Respon (1)