Apple menegaskan langkah strategisnya di dunia AI pengkodean
Info Tekno> Apple kembali menegaskan keseriusannya di ranah kecerdasan buatan dengan memperkenalkan pengkodean berbasis agen atau agentic coding ke dalam Xcode, perangkat lunak pengembangan andalan yang digunakan oleh jutaan pengembang di seluruh dunia. Melalui pembaruan ini, Apple secara resmi membuka pintu bagi integrasi agen AI dari Anthropic dan OpenAI, dua pemain besar dalam pengembangan kecerdasan buatan generatif.
Langkah ini menempatkan Apple sejajar dengan tren terbesar di Silicon Valley, di mana pengembangan perangkat lunak semakin banyak mengandalkan AI sebagai mitra kerja, bukan sekadar alat bantu. Dengan dukungan Claude Agent dari Anthropic dan Codex dari OpenAI, Apple memperluas kemampuan Xcode agar tidak hanya membantu menulis kode, tetapi juga menjalankan tugas pengembangan yang kompleks secara mandiri.
Pengumuman ini sekaligus menandai fase baru dalam evolusi ekosistem pengembang Apple, terutama di tengah meningkatnya adopsi AI dalam proses pembuatan aplikasi iPhone, iPad, dan perangkat Apple lainnya.
Apa itu agentic coding dan mengapa Apple mengadopsinya
Memahami konsep pengkodean berbasis agen
Agentic coding adalah pendekatan pengembangan perangkat lunak di mana sistem AI diberi peran sebagai “agen” yang dapat bekerja secara semi-otonom. Berbeda dengan AI konvensional yang hanya merespons perintah satu langkah, agen AI mampu menjalankan rangkaian tugas berurutan, mengambil keputusan di tengah proses, serta menyesuaikan tindakannya berdasarkan konteks.
Dalam praktiknya, seorang pengembang cukup memberikan instruksi tingkat tinggi, lalu agen AI akan menulis kode, menjalankan pengujian, mencari dokumentasi yang relevan, hingga memperbaiki kesalahan yang ditemukan. Manusia tetap berperan sebagai pengawas dan penentu arah, sementara AI menangani pekerjaan teknis yang memakan waktu.
Alasan Apple mengikuti tren Silicon Valley
Adopsi agentic coding oleh Apple bukanlah langkah yang berdiri sendiri. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan teknologi besar berlomba-lomba mengintegrasikan AI ke dalam alat pengembangan mereka. Praktik yang sering disebut sebagai vibe coding—di mana pengembang memandu AI dengan prompt lalu meninjau hasilnya—telah menjadi metode kerja yang semakin populer.
Bagi Apple, menghadirkan pengkodean berbasis agen ke Xcode berarti menjaga relevansi platform pengembangnya di tengah perubahan cepat industri teknologi. Dengan jutaan aplikasi di App Store yang bergantung pada Xcode, peningkatan produktivitas pengembang menjadi faktor strategis yang tidak bisa diabaikan.
Integrasi agen AI Anthropic dan OpenAI di Xcode
Dukungan untuk Claude Agent dan Codex
Dalam pembaruan terbarunya, Apple memastikan bahwa Xcode akan mendukung dua agen AI utama, yakni Claude Agent dari Anthropic dan Codex dari OpenAI. Keduanya dikenal luas sebagai sistem AI yang dirancang khusus untuk tugas-tugas pengkodean dan pemahaman bahasa pemrograman.








Respon (1)