Arsip  

Sosok di Balik Iklan Pop-Up Internet Akui Kesalahan, Sebut Inovasinya sebagai Dosa Digital

Iklan pop-up internet yang dibenci netizen ternyata lahir dari solusi bisnis. Penciptanya, Ethan Zuckerman, mengaku bersalah dan meminta maaf secara terbuka.

Sosok di Balik Iklan Pop-Up Internet Akui Kesalahan
Sosok di Balik Iklan Pop-Up Internet Akui Kesalahan

Sosok di Balik Iklan Pop-Up Internet Akui Kesalahan, Sebut Inovasinya sebagai Dosa Digital

Info Tekno> Iklan pop-up internet telah lama dikenal sebagai salah satu elemen paling menjengkelkan dalam sejarah dunia digital. Kehadirannya kerap muncul tanpa peringatan, menutupi layar, mengganggu aktivitas membaca, menonton video, hingga bekerja. Bagi banyak pengguna, pop-up bukan sekadar gangguan kecil, melainkan simbol dari pengalaman berselancar yang buruk dan tidak ramah pengguna.

Dalam banyak kasus, iklan pop-up bahkan sulit ditutup, memunculkan tombol tersembunyi, atau secara otomatis mengarahkan pengguna ke situs lain tanpa izin. Tak jarang pula, pop-up membawa pengguna ke laman ilegal, termasuk situs judi online dan slot, yang semakin memperburuk citra iklan jenis ini di mata publik. Tidak mengherankan jika iklan pop-up kemudian menjadi salah satu fitur paling dibenci oleh netizen di seluruh dunia.

Baca Juga  Ancaman Tersembunyi Extension Browser: Temuan Baru yang Membahayakan Data Pengguna

Menariknya, sosok di balik kelahiran iklan pop-up justru secara terbuka mengakui bahwa inovasi tersebut merupakan sebuah kesalahan besar. Ethan Zuckerman, tokoh yang menulis kode awal iklan pop-up, bahkan menyebut temuannya sebagai sebuah “dosa” dalam sejarah internet dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada para pengguna internet.

Pengakuan Terbuka Sang Pencipta Iklan Pop-Up

Disebut sebagai “Dosa Asal Internet”

Pengakuan tersebut disampaikan Ethan Zuckerman melalui sebuah esai panjang berjudul The Internet’s Original Sin yang dimuat oleh media ternama The Atlantic pada tahun 2014. Dalam tulisannya, Zuckerman secara jujur merefleksikan perannya dalam menciptakan salah satu bentuk iklan digital yang paling tidak disukai hingga saat ini.

“Pada akhirnya, kami malah menciptakan salah satu alat yang paling dibenci dalam dunia periklanan, yaitu iklan pop-up,” tulis Zuckerman dalam esai tersebut.

Pernyataan ini menjadi perhatian luas karena jarang sekali pencipta sebuah teknologi mengakui secara terbuka dampak negatif dari inovasinya, terlebih ketika teknologi tersebut telah menjadi fondasi industri bernilai miliaran dolar.

Permintaan Maaf kepada Pengguna Internet

Zuckerman tidak hanya mengakui kesalahan, tetapi juga secara eksplisit menyampaikan permintaan maaf kepada pengguna internet. Ia menyadari bahwa iklan pop-up telah berkontribusi besar terhadap menurunnya kenyamanan berselancar di dunia maya serta memicu praktik periklanan yang semakin agresif dan invasif.

Pengakuan ini memperlihatkan sisi reflektif seorang teknolog yang memahami bahwa inovasi digital tidak selalu membawa dampak positif jika tidak diiringi pertimbangan etika dan pengalaman pengguna.

Ethan Zuckerman, tokoh yang menulis kode awal iklan pop-up
Ethan Zuckerman, tokoh yang menulis kode awal iklan pop-up

Awal Mula Lahirnya Iklan Pop-Up Internet

Berangkat dari Startup Tripod.com

Dalam esainya, Zuckerman menceritakan bahwa ide iklan pop-up internet lahir pada akhir 1990-an, saat ia bekerja di sebuah startup teknologi bernama Tripod.com. Platform ini menyediakan layanan hosting halaman pribadi, yang pada masa itu sangat populer di kalangan lulusan baru perguruan tinggi dan pengguna internet awal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *