Dominasi Samsung di Pasar TV Global Mulai Terancam, TCL Terus Menekan

Pasar TV global mengalami perlambatan pada November 2025. Samsung masih memimpin, namun TCL semakin mendekat berkat lonjakan pengapalan dan ekspansi agresif di pasar berkembang.

Dominasi Samsung di Pasar TV Global Mulai Terancam, TCL Terus Menekan
Dominasi Samsung di Pasar TV Global Mulai Terancam, TCL Terus Menekan

Pasar TV Global Mengalami Perubahan Arah

Info Tekno> Pasar TV global menunjukkan tanda-tanda perubahan signifikan menjelang akhir 2025. Setelah sempat mencatatkan tren pertumbuhan positif selama dua bulan berturut-turut, pasar kembali melemah pada November 2025. Berdasarkan laporan terbaru Counterpoint Research, pengapalan televisi secara global tercatat turun sekitar 1 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Penurunan ini menjadi sinyal bahwa industri TV masih menghadapi tantangan, mulai dari tekanan daya beli konsumen hingga ketatnya persaingan antarprodusen besar.

Di tengah kondisi pasar yang melambat tersebut, dinamika antar merek justru semakin menarik untuk dicermati. Samsung masih mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar TV dunia, namun jarak dengan para pesaing utamanya, khususnya TCL, semakin menyempit. Situasi ini membuka peluang terjadinya pergeseran peta kekuatan industri televisi global dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Baca Juga  Samsung Tegaskan Pentingnya Ekosistem Terbuka untuk Wujudkan Home AI yang Lebih Optimal

Perubahan ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Dalam beberapa tahun terakhir, merek-merek asal China secara konsisten menunjukkan peningkatan agresif, baik dari sisi volume pengapalan, inovasi teknologi, maupun penetrasi ke pasar-pasar berkembang yang sebelumnya kurang tersentuh pemain besar.

Samsung Masih Memimpin, Namun Tekanan Semakin Kuat

Samsung pada November 2025 masih tercatat sebagai merek TV nomor satu dunia dengan pangsa pasar global sebesar 17 persen. Meski demikian, angka tersebut menunjukkan penurunan sekitar 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari sisi volume, pengapalan TV Samsung bahkan turun lebih dalam, yakni sekitar 3 persen YoY.

Penurunan ini mencerminkan tantangan yang dihadapi Samsung dalam mempertahankan dominasinya di tengah kondisi pasar yang tidak sepenuhnya kondusif. Sebagai pemimpin pasar, Samsung berada dalam posisi yang relatif matang, sehingga ruang pertumbuhan menjadi lebih terbatas dibandingkan para pesaing yang tengah berada dalam fase ekspansi agresif.

Baca Juga  WhatsApp Rilis Fitur Baru, Permudah Pengguna Kelola dan Ekspresikan Diri di Grup

Meski begitu, Samsung masih memiliki kekuatan besar dari sisi brand awareness, jaringan distribusi global, serta portofolio produk yang mencakup berbagai segmen harga. Inovasi teknologi seperti QLED, Neo QLED, serta integrasi ekosistem smart home tetap menjadi nilai jual utama perusahaan asal Korea Selatan tersebut.

TCL Semakin Dekat dengan Posisi Puncak

Di posisi kedua, TCL tampil sebagai penantang paling serius bagi Samsung. Pangsa pasar TCL pada November 2025 mencapai 16 persen, hanya terpaut satu persen dari pemimpin pasar. Berbeda dengan Samsung, TCL justru mencatatkan pertumbuhan yang sangat kuat, dengan kenaikan pangsa pasar sekitar 3 persen YoY dan lonjakan pengapalan hingga 20 persen secara tahunan.

Baca Juga  Peta Baru Pasar Smartphone Global: Dominasi Premium Tekan Vendor China

Pertumbuhan agresif TCL tidak lepas dari strategi harga yang kompetitif serta fokus pada teknologi yang tengah diminati konsumen. TCL dikenal gencar menghadirkan TV dengan teknologi MiniLED pada berbagai rentang harga, sehingga mampu menarik minat konsumen yang menginginkan kualitas gambar tinggi tanpa harus membayar terlalu mahal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *