Berita  

BRIN Kembangkan CARRIE, Robot Otonom Cerdas untuk Distribusi Barang di Industri Modern

BRIN menghadirkan CARRIE, robot otonom cerdas untuk pengantaran barang di lingkungan industri kompleks dengan medan sulit, navigasi adaptif, dan sistem kolaboratif manusia-mesin.

CARRIE menjadi inovasi terbaru yang dikembangkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk menjawab tantangan distribusi dan pemindahan barang di lingkungan industri yang semakin kompleks.
CARRIE menjadi inovasi terbaru yang dikembangkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk menjawab tantangan distribusi dan pemindahan barang di lingkungan industri yang semakin kompleks.

CARRIE Jadi Jawaban BRIN atas Tantangan Distribusi Barang di Industri

Info Tekno> CARRIE menjadi inovasi terbaru yang dikembangkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk menjawab tantangan distribusi dan pemindahan barang di lingkungan industri yang semakin kompleks. Di berbagai sektor industri nasional, proses pengantaran material masih sangat bergantung pada tenaga manusia, terutama di area kerja dengan kondisi medan tidak rata, ruang gerak terbatas, serta lalu lintas internal yang padat.

Ketergantungan tinggi terhadap tenaga manual ini tidak hanya berdampak pada rendahnya efisiensi operasional, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Medan miring, gundukan, perbedaan ketinggian lantai, hingga perubahan tata letak produksi menjadi faktor yang kerap menyulitkan proses logistik internal industri.

Baca Juga  Zoomex Lab Resmi Sponsori Web3 Year-End Gala Seoul 2025

Melihat tantangan tersebut, BRIN melalui Pusat Riset Mekatronika Cerdas (PRMC) mengembangkan CARRIE (Collaborative Autonomous Robot for Rugged Industrial Environment), sebuah robot otonom pengantar barang yang dirancang untuk mampu beroperasi secara mandiri, adaptif, dan kolaboratif di lingkungan industri yang dinamis.

Peran Strategis CARRIE dalam Transformasi Industri

Mengurangi Beban Kerja dan Risiko Keselamatan

Peneliti Ahli Madya PRMC BRIN, Roni Permana Saputra, menjelaskan bahwa CARRIE dikembangkan sebagai autonomous mobile robot dengan tujuan utama meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengurangi beban kerja manusia. Menurutnya, robot ini dirancang untuk mengambil alih tugas-tugas pengantaran material yang berisiko tinggi dan berulang.

Dalam konteks keselamatan kerja, penggunaan CARRIE diharapkan mampu menekan potensi kecelakaan akibat kelelahan fisik, kesalahan manusia, atau kondisi lingkungan kerja yang tidak ideal. Dengan demikian, robot ini tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu logistik, tetapi juga sebagai bagian dari strategi peningkatan standar keselamatan industri.

Baca Juga  Pemerintah Mulai Bangun 34 Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di Seluruh Indonesia

Menjawab Tantangan Lingkungan Industri yang Dinamis

Roni menekankan bahwa tantangan di lingkungan industri tidak bersifat statis. Perubahan tata letak mesin, aktivitas lalu lintas internal, serta keberadaan rintangan yang tidak terduga menjadikan sistem pengantaran konvensional sulit beradaptasi secara cepat.

“Lingkungan industri itu sangat dinamis dan sulit diprediksi. Ada bidang miring, gundukan, perbedaan ketinggian, hingga transisi antar permukaan lantai yang tidak rata. Kondisi seperti ini sering kali menjadi kendala utama bagi sistem pengantaran material konvensional,” jelas Roni.

Keterbatasan Sistem Guided Vehicle Konvensional

Kurang Fleksibel terhadap Perubahan Layout

Selama ini, banyak industri masih mengandalkan sistem robotik berbasis guided vehicle yang bergerak mengikuti jalur tetap di lantai. Sistem ini memang efektif dalam kondisi tertentu, tetapi memiliki keterbatasan signifikan ketika terjadi perubahan layout produksi atau pergudangan.

Baca Juga  AMD, NVIDIA, dan Qualcomm Siap Luncurkan Chip Baru di CES 2026, TSMC Jadi Sorotan Utama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *