Bitcoin Whales Tambah Koleksi, Investor Ritel Malah Jual Rugi
Harga Bitcoin kembali turun di bawah $90.000. Di saat investor ritel makin banyak yang menjual karena panik dan menanggung rugi, para whales—pemegang Bitcoin besar—justru terus menambah posisi. Pola ini menciptakan aliran pasar yang timpang dan menjadi sorotan analis menjelang akhir tahun.
Peluang Bitcoin Tembus $100.000 Kian Mengecil
Data harga opsi memperlihatkan peluang Bitcoin menutup tahun 2025 di atas $100.000 hanya sekitar 30%. Bahkan, probabilitas aset ini berakhir tahun 2025 di bawah $90.000 mencapai 50%. Pasar Ethereum pun menunjukkan tren serupa, dengan peluang 50% berakhir di bawah $2.900.
Menurut Timothy Misir dari BRN Research, kondisi pasar saat ini ibarat “persimpangan jalan”. Sekitar 31.800 BTC masuk ke bursa dalam kondisi rugi, sementara jumlah dompet berisi lebih dari 1.000 BTC justru naik 2,2%, laju pertumbuhan tercepat dalam empat bulan terakhir.
ETF Bitcoin Alami Arus Keluar Besar
ETF Bitcoin spot di AS mencatat arus keluar mencapai $373 juta dalam sehari. Salah satunya, iShares Bitcoin Trust milik BlackRock, mencatat pencairan terbesar sejak peluncurannya pada Januari 2024.
Instrumen Ethereum dan Solana pun bergerak berbeda:
- Ethereum: keluar $74 juta
- Solana: masuk $30 juta
Misir menegaskan, tanpa masuknya dana institusi, proses deleveraging di pasar meningkat. Inilah yang membuat Bitcoin terus bergerak sempit di area $90.000.
Volatilitas Naik, Tandai Rezim Baru
Menurut Dr. Sean Dawson dari Derive.xyz, volatilitas Bitcoin jangka pendek dan panjang naik bersamaan selama dua minggu terakhir.
- Volatilitas 30 hari: dari 41% → 49%
- Volatilitas 6 bulan: dari 46% → 49%
Biasanya volatilitas jangka panjang bergerak lambat. Kenaikan paralel ini menunjukkan para trader aktif melakukan lindung nilai terhadap risiko makro.
Sementara itu, skew put 25-delta untuk tenor 30 hari menurun dari -2,9% menjadi -5,3%, tanda tingginya permintaan perlindungan dari penurunan harga. Opsi yang jatuh tempo pada 26 Desember juga menunjukkan minat kuat pada strike $80.000.
Dawson menyimpulkan bahwa kondisi makro membuat optimisme hingga akhir tahun semakin menipis.
Ketidakpastian Kebijakan The Fed Menambah Tekanan
Gubernur The Fed, Christopher Waller, memberi sinyal kemungkinan pemangkasan suku bunga sebesar 25 bps pada Desember. Namun, perbedaan pandangan di internal FOMC membuat pasar bingung arah kebijakan.
Misir menyebut situasi ini sebagai fase sensitif: pasar siap “meledak” ke salah satu arah bergantung data baru yang masuk, baik terkait pelonggaran maupun penundaan kebijakan, khususnya menjelang akhir 2025.
21Shares: Ini Bukan Siklus Crash, Masih Pemulihan Pendek
Dalam laporan 21Shares per 18 November, kondisi pasar saat ini dianggap lebih mirip pemulihan jangka pendek ketimbang kejatuhan besar. Beberapa faktor penekannya antara lain:
- Likuidasi paksa posisi long hampir $4 miliar
- Likuiditas spot yang tipis
- Kekosongan likuiditas akibat dinamika fiskal AS
Di sisi lain, penjualan dari investor jangka panjang mulai melambat. Aset-aset pun berpindah ke posisi yang disebut tim sebagai “posisi yang lebih kuat”.
21Shares memetakan area teknikal:
- Resistance utama: $98.000 – $100.000
- Support penting pertama: $85.000
- Jika tembus, permintaan diperkirakan meningkat di area $75.000 – $80.000
Pasar prediksi Polymarket juga menilai peluang Bitcoin menyentuh $85.000 di akhir tahun sekitar 30%.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.






