Lewati ke konten

Infotekno

Berita penting

Baterai Berbahan Kertas Siap Gantikan AA dan AAA Sekali Pakai

4 menit baca

Info Tekno > Ketergantungan masyarakat global terhadap baterai sekali pakai jenis AA dan AAA masih tergolong tinggi, terutama untuk perangkat elektronik sehari-hari seperti remote control, jam dinding, mainan anak, hingga peralatan rumah tangga kecil. Namun, di balik kepraktisannya, baterai konvensional menyimpan persoalan serius terkait lingkungan. Material berbahaya, limbah sulit terurai, serta proses produksi yang tidak berkelanjutan menjadi tantangan yang belum sepenuhnya teratasi.

Menjawab permasalahan tersebut, sebuah startup teknologi asal Singapura bernama Flint menghadirkan pendekatan berbeda melalui pengembangan baterai berbahan dasar kertas. Inovasi ini tidak hanya menawarkan fungsi pengganti baterai AA dan AAA sekali pakai, tetapi juga membawa misi besar dalam mengurangi dampak lingkungan dari industri energi portabel.

Inovasi Baterai Kertas dari Startup Singapura

Flint pertama kali memperkenalkan baterai kertas ini ke publik melalui ajang pameran teknologi internasional CES. Pada tahap awal, teknologi tersebut masih berupa prototipe. Namun, dalam perkembangan terbarunya, Flint mengonfirmasi bahwa baterai tersebut telah memasuki fase produksi massal dan tidak lagi sekadar konsep laboratorium.

Pada pameran teknologi terkini, baterai kertas Flint bahkan telah digunakan secara langsung untuk mengoperasikan perangkat elektronik. Hal ini menjadi indikator penting bahwa teknologi tersebut telah memenuhi standar fungsional dan siap diaplikasikan secara luas. Bagi industri baterai, pencapaian ini menandai langkah nyata menuju alternatif yang lebih berkelanjutan.

Tetap Menggunakan Standar AA dan AAA

Salah satu keunggulan utama dari baterai Flint adalah pendekatan desainnya yang sangat praktis. Alih-alih menciptakan format baru, Flint mempertahankan ukuran standar AA dan AAA yang sudah digunakan secara global selama puluhan tahun.

Keputusan ini dinilai strategis karena memungkinkan konsumen menggunakan baterai tersebut tanpa perlu adaptor tambahan atau perangkat khusus. Produsen elektronik pun tidak harus mengubah desain produknya. Dengan kata lain, adopsi teknologi ini dapat dilakukan secara langsung dan bertahap tanpa mengganggu ekosistem yang sudah ada.

Material Selulosa yang Ramah Lingkungan

Berbeda dengan baterai modern yang bergantung pada lithium, nikel, atau kobalt, Flint sepenuhnya mengandalkan selulosa berbasis tanaman sebagai komponen utama. Selulosa ini diolah menjadi struktur baterai yang mampu menyimpan dan menyalurkan energi secara stabil.

Pendekatan tersebut secara signifikan mengurangi ketergantungan pada logam berat dan bahan kimia berbahaya yang selama ini menjadi masalah utama dalam pengelolaan limbah baterai. Selain lebih aman bagi manusia, material selulosa juga jauh lebih mudah terurai secara alami setelah masa pakainya berakhir.

· ·

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *