Lewati ke konten

Infotekno

Berita penting

5G Standalone Jadi Tulang Punggung AI Nasional, Kemkomdigi Siapkan 4 Pilar

2 menit baca
Ukuran teks 100%

Komdigi: 5G dan AI Dorong PDB RI USD41 Miliar, Ini Langkah Akselerasinya

INFO TEKNO> Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menegaskan bahwa integrasi teknologi 5G dan kecerdasan buatan (AI) merupakan akselerator utama transformasi digital nasional yang krusial bagi terwujudnya Visi Indonesia Emas 2045.

Penegasan ini disampaikan pada Indotelko Forum 2026, sebuah forum industri yang mempertemukan pemangku kepentingan dari sektor pemerintah dan swasta untuk membahas peta jalan infrastruktur digital Indonesia ke depan.

5G sebagai Fondasi Jaringan AI Nasional

Wayan Toni Supriyanto, Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kemkomdigi, menekankan urgensi sinergi antara kedua teknologi itu dalam mendorong lahirnya model bisnis baru dan inovasi lintas sektor.

“Integrasi antara 5G dan AI akan melahirkan berbagai model bisnis baru dan mempercepat transformasi digital di sektor publik maupun industri,” ujar Wayan dalam sesi diskusi forum tersebut.

Dari sisi infrastruktur, jaringan 5G diposisikan sebagai fondasi vital karena mampu menghadirkan konektivitas ultra-cepat, latensi rendah, serta kapasitas jaringan yang besar. Kemampuan ini dinilai krusial untuk menopang pertumbuhan AI yang semakin masif, seiring meningkatnya kebutuhan komputasi dan transfer data dalam skala besar.

Survei Ericsson ConsumerLab turut memperkuat posisi strategis itu. Menurut survei tersebut, 5G kini memiliki dua peran sekaligus: mengakomodasi lonjakan volume data dan kebutuhan uplink, serta menjadi infrastruktur kritikal nasional yang tidak tergantikan.

Dua peran ini saling melengkapi. Tanpa kapasitas jaringan yang memadai, aplikasi AI berskala industri tidak dapat beroperasi secara optimal di lapangan.

Proyeksi USD41 Miliar: Kontribusi 5G terhadap PDB Nasional

Nora Wahby, President Director Ericsson Indonesia, memberikan gambaran kuantitatif tentang seberapa besar dampak ekonomi yang dapat dihasilkan dari investasi jaringan 5G di Indonesia.

“Di Indonesia, jaringan 5G diproyeksikan berkontribusi hingga USD41 miliar terhadap PDB nasional pada periode 2024 hingga 2030 melalui berbagai inovasi yang lahir dari platform ini,” ungkap Nora.

Angka proyeksi ini menjadikan infrastruktur 5G bukan sekadar belanja teknologi. Ini instrumen ekonomi yang terukur, dengan dampak langsung pada output nasional dalam jangka waktu yang relatif singkat.

Nora juga menegaskan bahwa 5G akan menjadi fondasi digital yang krusial bagi terwujudnya visi Indonesia Emas 2045, sekaligus infrastruktur strategis yang memungkinkan teknologi AI berkembang dalam skala besar.

5G Standalone: Arsitektur yang Tidak Bisa Ditunda

Untuk memaksimalkan potensi tersebut, percepatan penggelaran jaringan 5G Standalone (SA) menjadi langkah yang tidak bisa ditunda. Arsitektur

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.

· · · · · ·

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *