Lewati ke konten

Infotekno

Berita penting

Fully Gen AI hingga No Gen AI: Cara YouTube Music Memilah Lagu Buatan AI

4 menit baca
Ukuran teks 100%

Spotify sudah memiliki label AI dan penyaring spam musik. Apple Music berencana menghadirkan label Made With AI pada akhir 2026.

Deezer memilih langkah yang lebih tegas. Platform itu mengecualikan musik AI yang terdeteksi dari rekomendasi algoritmik dan daftar putar editorial.

TIDAL memberi kendali kepada pengguna. Layanan itu memungkinkan pengguna menonaktifkan pemutaran rekaman yang sepenuhnya buatan AI.

Peta langkah platform kini beragam. Spotify memakai label dan penyaring spam, Deezer menyingkirkan musik AI dari rekomendasi, TIDAL menyerahkan kendali ke pengguna, dan Apple Music menyiapkan labelnya.

YouTube mengambil jalur berbeda dari platform yang menerapkan pembatasan lebih ketat. Perusahaan berfokus pada keterbukaan informasi.

YouTube tidak otomatis melarang monetisasi lagu yang melibatkan AI. Lagu berlabel AI tidak otomatis kehilangan peluang monetisasi, sebab label berfungsi sebagai penanda, bukan sanksi.

Di sisi lain, YouTube terus mengembangkan Dream Track. Alat ini memungkinkan kreator tertentu membuat musik latar memakai suara artis berbasis AI yang telah berpartisipasi dalam program tersebut.

Alat itu hanya tersedia bagi kreator tertentu. Suara yang bisa dipakai pun terbatas pada artis yang ikut dalam program.

Dengan begitu, YouTube menjalankan dua hal sekaligus. Perusahaan menandai karya AI di YouTube Music, sekaligus menyediakan alat AI bagi kreator pilihan.

Hingga kini, YouTube memilih keterbukaan, bukan larangan, untuk menghadapi derasnya musik AI. Pilihannya jelas: label, bukan pembatasan.

FAQ SCHEMA

Q: Apa fungsi label AI baru di YouTube Music?
A: Label ini membantu pendengar mengetahui apakah sebuah lagu dibuat sepenuhnya dengan AI atau hanya memakai AI pada bagian tertentu, seperti komposisi dan vokal. Label muncul di halaman pemutar lagu dan bisa diklik untuk informasi lebih lanjut.

Q: Apa saja tiga kategori label AI di YouTube Music?
A: Tiga kategorinya adalah Fully Gen AI untuk penggunaan AI secara penuh, Partly Gen AI untuk karya yang menggabungkan komponen AI dengan elemen buatan manusia, dan No Gen AI.

Q: Apakah Auto-Tune dianggap musik buatan AI di YouTube Music?
A: Tidak otomatis. Penggunaan Auto-Tune tidak serta-merta menggolongkan sebuah lagu sebagai musik buatan AI.

Q: Apakah lagu yang melibatkan AI dilarang dimonetisasi di YouTube?
A: Tidak otomatis. YouTube berfokus pada keterbukaan informasi dan tidak otomatis melarang monetisasi lagu yang melibatkan AI.

Q: Apa itu Dream Track milik YouTube?
A: Dream Track adalah alat yang memungkinkan kreator tertentu membuat musik latar memakai suara artis berbasis AI yang telah berpartisipasi dalam program tersebut.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.

· · ·

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *