Dalam sebuah konferensi pers, Presiden Xiaomi Lu Weibing menyampaikan bahwa perusahaan memperkirakan akan terjadi kenaikan harga smartphone secara global. Salah satu pemicunya adalah meningkatnya harga chip memori, yang terdorong oleh lonjakan permintaan komponen tersebut untuk server kecerdasan buatan (AI) dan pembangunan pusat data.
“Saya memperkirakan tekanannya akan jauh lebih berat tahun depan dibandingkan tahun ini,” ujar Lu Weibing, dikutip dari Reuters. Ia menambahkan bahwa sebagian tekanan biaya kemungkinan harus diteruskan ke harga eceran produk, meskipun kenaikan harga bukan satu-satunya solusi.
Kenaikan Harga Terjadi di Berbagai Lini Produk
Pantauan pada situs resmi Mi.co.id per Rabu (14/1/2026) menunjukkan bahwa kenaikan harga HP Xiaomi terjadi di hampir semua segmen. Tidak hanya seri flagship seperti Xiaomi 15T Series, penyesuaian harga juga menyentuh lini entry-level seperti Redmi A-Series dan Poco C-Series.
Kenaikan tertinggi tercatat pada Xiaomi 15T Series dengan selisih Rp 500.000 dari harga peluncuran. Sementara itu, seri Redmi dan Poco mengalami kenaikan yang lebih bervariasi, mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 300.000.
Daftar HP Xiaomi yang Mengalami Kenaikan Harga
Berikut daftar harga terbaru HP Xiaomi per Januari 2026:
- Xiaomi 15T 12/256 GB – Rp 7.499.000 (sebelumnya Rp 6.999.000)
- Xiaomi 15T 12/512 GB – Rp 7.999.000 (sebelumnya Rp 7.499.000)
- Xiaomi 15T Pro 12/512 GB – Rp 10.499.000 (sebelumnya Rp 9.999.000)
- Redmi 15C 6/128 GB – Rp 1.749.000 (sebelumnya Rp 1.599.000)
- Redmi 15C 8/256 GB – Rp 1.949.000 (sebelumnya Rp 1.799.000)
- Redmi A5 4/128 GB – Rp 1.399.000 (sebelumnya Rp 1.199.000)
- Poco C85 6/128 GB – Rp 1.649.000 (sebelumnya Rp 1.549.000)
- Poco C85 8/256 GB – Rp 1.849.000 (sebelumnya Rp 1.749.000)
- Poco C71 4/128 GB – Rp 1.399.000 (sebelumnya Rp 1.099.000)
Penutup
Kenaikan harga HP Xiaomi di Indonesia pada 2026 mencerminkan tekanan biaya yang lebih luas di industri teknologi global. Faktor kurs, pajak, logistik, serta meningkatnya kebutuhan komponen untuk AI menjadi variabel yang sulit dihindari. Bagi konsumen, kondisi ini menuntut pertimbangan yang lebih matang sebelum membeli perangkat baru, sementara bagi produsen seperti Xiaomi, menjaga keseimbangan antara harga dan nilai produk menjadi tantangan utama di tengah dinamika pasar yang terus berubah.








Responses (3)