Lewati ke konten

Infotekno

Berita penting

WiFi Sensing Ubah Router Jadi Sensor Gerak Tanpa Kamera dan Perangkat Tambahan

4 menit baca
Ukuran teks 100%

WiFi Sensing Ubah Router Jadi Sensor Gerak Tanpa Kamera dan Perangkat Tambahan

Info Tekno > WiFi Sensing tidak lagi sekadar konsep riset di laboratorium, melainkan mulai dipandang sebagai arah baru pemanfaatan jaringan nirkabel di era digital. Selama ini, WiFi dikenal luas sebagai teknologi untuk menghubungkan perangkat ke internet. Namun, perkembangan riset terbaru menunjukkan bahwa sinyal WiFi juga mampu mendeteksi keberadaan dan pergerakan manusia tanpa memerlukan kamera maupun perangkat yang dikenakan di tubuh.

Temuan ini membuka perspektif baru tentang peran WiFi sebagai infrastruktur dasar. Dari sekadar medium komunikasi data, WiFi kini berpotensi menjadi “indra tak terlihat” yang mampu memahami kondisi lingkungan di sekitarnya.

Ketika Sinyal WiFi Berfungsi sebagai Sensor

Prinsip dasar WiFi Sensing berakar pada sifat fisik gelombang radio. Ketika sinyal WiFi dipancarkan oleh router, gelombang tersebut merambat di dalam ruangan dan berinteraksi dengan berbagai objek, termasuk dinding, furnitur, dan tubuh manusia.

Interaksi ini menyebabkan perubahan kecil pada sinyal, seperti pantulan, difraksi, dan variasi amplitudo. Meski nyaris tidak terasa oleh pengguna, perubahan tersebut dapat dianalisis oleh sistem untuk mengidentifikasi aktivitas tertentu.

Peran Channel State Information (CSI)

Salah satu elemen kunci dalam WiFi Sensing adalah Channel State Information (CSI). CSI menyediakan data rinci tentang bagaimana sinyal WiFi berubah selama transmisi. Dengan menganalisis pola perubahan CSI, sistem dapat menyimpulkan apakah seseorang sedang berjalan, duduk, terjatuh, atau bahkan bernapas dalam kondisi tertentu.

Penelitian dari berbagai kelompok ilmuwan di Amerika Serikat, Eropa, dan Asia menunjukkan bahwa WiFi Sensing mampu mengenali aktivitas dasar manusia dengan tingkat akurasi yang semakin meningkat, meski tanpa visual atau sensor tambahan.

Keunggulan Dibanding Kamera dan Sensor Konvensional

Salah satu daya tarik utama WiFi Sensing adalah pendekatannya yang non-invasif. Berbeda dengan kamera, teknologi ini tidak merekam gambar atau video. Artinya, tidak ada data visual yang berpotensi melanggar privasi pengguna.

Selain itu, WiFi Sensing tidak bergantung pada pencahayaan dan dapat bekerja dalam kondisi gelap. Sinyal WiFi juga mampu menembus dinding tipis, menjadikannya efektif untuk pemantauan ruangan secara menyeluruh.

Keunggulan tersebut membuat WiFi Sensing sangat menarik untuk berbagai skenario, mulai dari rumah pintar, sistem keamanan, hingga perawatan lansia. Beberapa sistem eksperimental bahkan telah menunjukkan kemampuan mendeteksi penyusupan tanpa menggunakan sensor gerak tambahan.

Dari Riset ke Produk Komersial

Dalam beberapa tahun terakhir, WiFi Sensing mulai bergerak dari ranah penelitian menuju implementasi komersial. Salah satu indikator penting adalah pengembangan standar WiFi 802.11bf, yang secara khusus dirancang untuk mendukung fungsi penginderaan berbasis WiFi.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.

· · · ·

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Komentar

  1. […] WiFi Sensing mulai dipandang sebagai teknologi strategis dalam pengembangan smart city, khususnya untuk mengelola ruang publik secara lebih efisien dan adaptif. Dengan kemampuan mendeteksi keberadaan serta pergerakan manusia tanpa kamera, teknologi ini menawarkan pendekatan baru bagi pemerintah kota dalam memahami dinamika warganya secara real time. […]

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *