Lonjakan Permintaan Internet Rumah 5G Verizon di Tengah Perubahan Perilaku Konsumen
Verizon, salah satu operator telekomunikasi terbesar di Amerika Serikat, tengah menikmati lonjakan signifikan pada layanan internet rumah berbasis 5G yang mereka tawarkan. Layanan yang dikenal sebagai fixed wireless access (FWA) ini menjadi alternatif menarik bagi masyarakat yang mulai meninggalkan internet kabel tradisional akibat kenaikan harga yang terus berulang dan kurangnya transparansi biaya.
Dalam laporan kinerja keuangan kuartal ketiga tahun ini, Verizon mencatat penambahan 261.000 pelanggan baru untuk layanan internet rumah 5G. Capaian tersebut mendorong total pelanggan FWA Verizon menjadi sekitar 5,4 juta pelanggan, dengan pendapatan tahunan yang telah melampaui USD 3 miliar. Manajemen Verizon menilai layanan ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan fondasi bisnis jangka panjang.
Kepala Keuangan Verizon, Anthony Skiadas, menyampaikan bahwa perusahaan optimistis terhadap keberlanjutan bisnis FWA. Menurutnya, kombinasi antara permintaan konsumen, efisiensi jaringan 5G, dan model harga yang lebih sederhana menjadikan internet rumah 5G sebagai segmen yang terus bertumbuh di tengah persaingan industri.
Kenaikan Harga Internet Picu Gelombang Perpindahan Pelanggan
Peralihan konsumen ke internet nirkabel tetap tidak terjadi tanpa sebab. Survei terbaru menunjukkan bahwa 43 persen warga Amerika mengaku biaya layanan internet menjadi pengeluaran rumah tangga yang paling banyak mengalami kenaikan sepanjang 2024. Rata-rata kenaikan biaya internet bahkan mencapai USD 20,78, angka yang cukup signifikan bagi banyak keluarga.
Selain kenaikan tarif, keluhan terbesar konsumen juga datang dari biaya tersembunyi serta lonjakan harga setelah masa promosi berakhir. Tak mengherankan jika hampir tiga dari empat warga Amerika mengaku pernah membatalkan layanan, menurunkan paket, atau mempertimbangkan pindah penyedia internet demi menekan pengeluaran bulanan.








Response (1)