Tim Labmino UI Jadi SFT Global Ambassador, Indonesia Cetak Sejarah Inovasi Global
Info Tekno> Tim Labmino UI jadi SFT Global Ambassador setelah terpilih sebagai salah satu dari sepuluh tim terbaik dunia dalam ajang Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2026. Pencapaian ini menandai sejarah baru bagi Indonesia karena untuk pertama kalinya berhasil lolos sebagai SFT Global Ambassador dan menjadi satu dari dua negara di kawasan South East Asia and Oceania (SEAO) yang meraih posisi tersebut.
Pengumuman tersebut disampaikan oleh Samsung Electronics Indonesia sebagai bentuk apresiasi atas inovasi mahasiswa Indonesia yang dinilai mampu menjawab tantangan sosial melalui pendekatan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).
Keberhasilan Tim Labmino dari Universitas Indonesia menjadi simbol pengakuan global atas kapasitas generasi muda Indonesia dalam menciptakan solusi berdampak, inklusif, dan berkelanjutan.
Apa Itu Samsung Solve for Tomorrow (SFT)?
Program Inovasi Global untuk Generasi Muda
Samsung Electronics melalui program Samsung Solve for Tomorrow (SFT) mendorong generasi muda di berbagai negara untuk menciptakan solusi berbasis sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) guna menjawab persoalan nyata di masyarakat.
SFT bukan sekadar kompetisi inovasi, tetapi juga learning journey yang membentuk pola pikir kritis, kepemimpinan, kolaborasi lintas disiplin, serta keberanian menghadapi tantangan sosial global.
Program ini mempertemukan ribuan peserta dari berbagai negara, kemudian menyaringnya menjadi finalis hingga terpilih sepuluh tim terbaik dunia sebagai Global Ambassador.
Inovasi RunSight: Wearable AI untuk Disabilitas Visual
Solusi untuk Olahraga Inklusif
Tim Labmino menghadirkan inovasi bernama RunSight, sebuah perangkat wearable berbasis AI yang dirancang untuk membantu penyandang disabilitas visual berlari secara mandiri dan aman.
RunSight memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk mendeteksi lingkungan sekitar, memberikan umpan balik real-time, serta membantu navigasi tanpa ketergantungan penuh pada pendamping manusia.
Inovasi ini lahir dari empati terhadap keterbatasan akses olahraga inklusif bagi penyandang tunanetra, sekaligus menjawab kebutuhan akan solusi teknologi yang terjangkau dan praktis.
Tantangan Pengembangan Teknologi
Selain aspek kenyamanan dan keamanan, Tim Labmino juga dihadapkan pada tantangan menciptakan perangkat low cost dan hemat energi. Optimalisasi AI menjadi fokus utama agar tetap ringan dan efisien tanpa mengorbankan performa.







