Lewati ke konten

Infotekno

Berita penting

Terungkap! Kacamata Pintar AI China Mampu Bayar Hanya dengan Tatap QR Code

2 menit baca
Ukuran teks 100%
Kacamata pintar AI China kembali mencuri perhatian dunia melalui inovasi yang semakin agresif. Teknologi terbaru ini memungkinkan pengguna melakukan pembayaran hanya dengan menatap kode QR dan memberi perintah suara sederhana. Kehadiran kacamata pintar AI China tersebut menjadi bukti kuat bahwa Negeri Tirai Bambu telah mengambil langkah besar dalam persaingan global wearable tech.

CEO Rokid, Misa Zhu, dalam peluncuran produk di Hangzhou, menyampaikan bahwa kacamata pintar AI China berkembang cepat karena ekosistem dalam negerinya sangat mendukung. Menurut Zhu, seluruh rantai pasok teknologi, produksi perangkat keras, dan penguatan infrastruktur digital telah membentuk ruang inovasi yang sulit ditandingi negara lain. Ia menegaskan bahwa kacamata pintar AI China menjadi bukti nyata keunggulan tersebut.

Pasar domestik yang sangat besar membuat pengembangan kacamata pintar AI China semakin mudah. Di China, layanan Meta diblokir, sehingga pemain lokal bergerak bebas menguasai pangsa wearable. Produk baru cenderung cepat diterima, terutama karena masyarakat telah terbiasa hidup dalam sistem digital penuh, mulai dari pembayaran hingga transportasi. Kondisi ini menciptakan ekosistem ideal bagi kacamata pintar AI China.

Berdasarkan proyeksi IDC, penjualan kacamata pintar AI China diprediksi tumbuh hingga 116 persen pada 2025. Pertumbuhan tersebut tidak hanya mencerminkan permintaan pasar, tetapi juga menunjukkan arah perkembangan teknologi masa depan. Infrastruktur pembayaran berbasis QR, sistem transportasi online, dan layanan digital terpadu menjadi faktor pendorong kuat.

Zhu menyatakan bahwa infrastruktur digital China lebih maju dibandingkan kawasan Barat. Menurutnya, kacamata pintar AI China akan semakin relevan karena kode pembayaran QR di toko sudah lebih berkembang dari Eropa maupun Amerika Serikat. Dominasi QR itu membuka peluang besar bagi integrasi teknologi baru yang jauh lebih praktis, seperti pembayaran tanpa perangkat genggam.

Di sisi lain, analis Counterpoint, Flora Tang, menyebut beberapa pemain besar telah memasuki persaingan kacamata pintar AI China. Xiaomi, RayNeo, Thunderobot, dan Kopin menjadi nama yang sering dibicarakan di sektor ini. Tak hanya itu, Xiaomi bahkan dijuluki “kuda hitam” setelah produk debut kacamata pintar AI China miliknya menjadi perangkat terlaris nomor tiga pada paruh pertama 2025. Padahal produk tersebut hanya dipasarkan selama sekitar satu minggu.

Rokid, sebagai pionir besar, semakin menunjukkan kekuatannya. Perusahaan tersebut sukses mengumpulkan lebih dari 4 juta dolar AS melalui kampanye crowdfunding di Kickstarter. Langkah ini menunjukkan bahwa minat global terhadap kacamata pintar AI China

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.

· · ·

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *