Studio Immersive Perpustakaan Jakarta Hadirkan Pengalaman Belajar Interaktif Futuristik
Info Tekno > Perpustakaan Jakarta terus memperkuat perannya sebagai ruang literasi modern dengan menghadirkan Studio Immersive, sebuah fasilitas berbasis teknologi visual dan audio yang menawarkan pengalaman belajar berbeda dari perpustakaan konvensional. Tidak sekadar membaca buku atau mengakses koleksi digital, pengunjung diajak untuk berinteraksi langsung dengan konten edukatif melalui tampilan imersif, sensor gerak, serta elemen audio-visual yang dirancang secara tematik.
Kehadiran Studio Immersive ini menjadikan Perpustakaan Jakarta tidak hanya sebagai pusat literasi, tetapi juga sebagai destinasi wisata edukasi yang relevan bagi masyarakat urban, pelajar, hingga traveler yang ingin merasakan cara belajar yang lebih kontekstual dan menyenangkan.
Konsep Studio Immersive dan Sistem Kunjungan Terjadwal
Studio Immersive Perpustakaan Jakarta berlokasi di lantai 7 dan dirancang dengan alur kunjungan yang tertata. Sejak memasuki area studio, pengunjung langsung disambut suasana futuristik yang memancing rasa ingin tahu.
Empat Sesi Kunjungan Setiap Hari
Agar pengalaman tetap optimal dan tidak terlalu padat, kunjungan ke Studio Immersive dibagi ke dalam empat sesi harian, yaitu:
- Pukul 10.00–11.00 WIB
- Pukul 11.00–12.00 WIB
- Pukul 14.00–15.00 WIB
- Pukul 15.00–16.00 WIB
Setiap sesi berlangsung sekitar 45 menit, waktu yang dinilai cukup untuk menikmati seluruh rangkaian pengalaman tanpa terburu-buru. Selama kunjungan, pengunjung akan didampingi petugas yang bertugas mengarahkan alur dan memberikan penjelasan singkat di setiap ruangan.
Prosedur Reservasi dan Aturan Kunjungan
Untuk menjaga kenyamanan dan keamanan bersama, Studio Immersive menerapkan sistem reservasi daring. Pendaftaran dibuka setiap hari Senin pukul 09.00 WIB melalui platform resmi Perpustakaan Jakarta, seperti situs web atau aplikasi Jaklitera.
Aturan Masuk Studio Immersive
Setibanya di lokasi, pengunjung diminta memindai kode QR di pintu masuk studio. Barang bawaan harus dititipkan, kecuali telepon genggam dan dompet. Pengunjung juga diwajibkan melepas alas kaki sebelum memasuki area studio demi menjaga kebersihan dan kenyamanan ruang.
Pengambilan foto dan video diperbolehkan, namun tanpa menggunakan lampu kilat. Aturan ini diterapkan agar pencahayaan dan efek visual yang telah dirancang khusus tidak terganggu.
Empat Ruang Utama dengan Konsep Berbeda
Studio Immersive Perpustakaan Jakarta terdiri atas empat ruang utama, masing-masing menghadirkan konsep edukasi yang berbeda namun saling melengkapi.
1. Dreambook: Menyusuri Sejarah Jakarta Secara Interaktif
Ruang Dreambook menjadi pembuka pengalaman. Di sini, pengunjung diajak mengenal sejarah Kota Jakarta melalui perpaduan visual cahaya, musik tradisional, dan animasi wajah para gubernur Jakarta dari masa ke masa hingga tahun 2025.








Responses (3)