Lewati ke konten

Infotekno

Berita penting

SK Hynix Prediksi Pasokan Chip Memori Tetap Ketat sampai 2030

4 menit baca
Ukuran teks 100%
Daftar isi

SK Hynix: Krisis Memori Berlanjut hingga 2030 karena Permintaan AI

INFO TEKNO> SK Hynix memperkirakan krisis memori, termasuk kelangkaan chip RAM, berlanjut hingga 2030 akibat permintaan AI, menurut laporan keuangan kuartal III-2026 produsen asal Korea Selatan itu.

Perusahaan menilai permintaan chip memori terus naik seiring pengembangan kecerdasan buatan (AI), pembangunan data center, dan investasi perusahaan teknologi pada infrastruktur AI.

Kapasitas produksi belum mampu mengejar pertumbuhan tersebut. Pembangunan fasilitas baru butuh waktu lama, sementara pembuatan chip memori generasi terbaru kian rumit.

Dalam jangka pendek, SK Hynix memperkirakan penggunaan AI oleh perusahaan dan konsumen mendorong permintaan. Untuk jangka menengah hingga panjang, physical AI seperti kendaraan otonom dan robotika menjadi pendorong berikutnya.

Kondisi ini berpotensi memperpanjang tekanan pasokan memori pada berbagai perangkat elektronik, dari server hingga smartphone dan komputer.

Infrastruktur AI menjadi pendorong utama bisnis SK Hynix. Perusahaan memasok High Bandwidth Memory (HBM) untuk prosesor AI, RAM DDR5 untuk server, serta LPDDR5 SOCAMM untuk server AI.

Penjualan memori DDR5 server meningkat signifikan, menurut SK Hynix. Perusahaan memproyeksikan pengiriman HBM4 yang mulai naik akan melampaui HBM3E dari sisi volume maupun pendapatan pada kuartal IV-2026.

Di sisi penyimpanan, penjualan chip NAND TLC 321 lapis untuk SSD perusahaan ikut tumbuh. SK Hynix menargetkan teknologi itu menempati lebih dari separuh kapasitas produksi NAND domestiknya pada akhir 2026.

SK Hynix juga mengembangkan High Bandwidth Flash (HBF), teknologi penyimpanan server AI untuk menangani data berjumlah besar di luar kapasitas RAM.

Untuk memenuhi permintaan, perusahaan berencana menambah kapasitas. SK Hynix menargetkan pabrik M15X beroperasi penuh pada akhir 2026, dengan produksi sekitar 55.000 hingga 60.000 wafer DRAM generasi 1b per bulan.

Menurut perkiraan perusahaan, tambahan pasokan itu belum cukup untuk mengimbangi pertumbuhan permintaan hingga 2030.

Ketatnya pasokan terlihat dari kontrak penjualan. SBS News melaporkan SK Hynix menyatakan hampir seluruh kapasitas produksi DRAM dan HBM hingga 2029 telah terjual.

SK Hynix juga menandatangani perjanjian pasokan jangka panjang dengan 14 pelanggan besar, termasuk penyedia layanan cloud global. Kontrak itu mencakup lebih dari 50 persen perkiraan kapasitas produksi 2027 dan 2028.

Kepastian permintaan itu mendorong SK Hynix berencana menambah investasi untuk memperluas kapasitas pada 2027. Skala dan waktunya akan menyesuaikan kebutuhan pelanggan, daya saing produk, dan efisiensi investasi.

Di tengah pasokan terbatas, SK Hynix mencatat kinerja keuangan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan pada kuartal III-2026. Pendapatannya mencapai 104,6 triliun won Korea Selatan (sekitar Rp1.419 triliun).

Aaf Afiatna (Aura Pet) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.

Sumber: https://infotekno.net/sk-hynix-krisis-memori-hingga-2030/

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *