Neuron yang digunakan dalam sistem ini ditumbuhkan dari sel punca melalui proses biologis yang kompleks. Sel-sel tersebut kemudian diintegrasikan ke dalam sistem komputasi untuk membentuk jaringan yang dapat menerima dan memproses sinyal.
Pendekatan ini membuka peluang baru dalam dunia komputasi, terutama dalam hal efisiensi energi dan kemampuan adaptasi sistem.
Perbedaan dengan Komputer Konvensional
Komputer konvensional menggunakan chip silikon yang membutuhkan energi besar untuk menjalankan operasi komputasi. Sementara itu, wetware memanfaatkan proses biologis yang secara alami lebih hemat energi.
Selain itu, wetware memiliki kemampuan untuk belajar secara mandiri tanpa perlu pemrograman ulang yang kompleks. Hal ini membuatnya lebih fleksibel dalam menghadapi berbagai jenis tugas komputasi.
Keunggulan Wetware dalam Efisiensi Energi
Mengurangi Konsumsi Listrik Data Center
Salah satu keunggulan utama wetware adalah efisiensi energi yang tinggi. Data center saat ini dikenal sebagai salah satu konsumen listrik terbesar di dunia, terutama karena meningkatnya penggunaan AI dan komputasi awan.
Dengan menggunakan neuron hidup, wetware mampu mengurangi kebutuhan energi secara signifikan. Hal ini menjadi solusi potensial untuk mengatasi masalah konsumsi energi yang semakin meningkat di sektor teknologi.
Pendekatan Biologis dalam Pemrosesan Data
Rickie Patani, profesor neuroscience dari NUS, menjelaskan bahwa sistem wetware mengadopsi pendekatan biologis dalam pembelajaran dan adaptasi. Kemampuan untuk menghasilkan berbagai jenis neuron dan sel glia dari sel punca menjadi fondasi utama teknologi ini.
Pendekatan ini memungkinkan sistem untuk berkembang secara organik, berbeda dengan komputer tradisional yang bergantung pada peningkatan hardware.
Tahapan Pengembangan dan Uji Coba Teknologi
Proses Validasi di Laboratorium
Sebelum digunakan secara komersial, sistem wetware akan melalui proses validasi di laboratorium NUS. Tahapan ini bertujuan untuk memastikan bahwa teknologi tersebut aman, stabil, dan mampu bekerja sesuai dengan harapan.
Pengujian dilakukan secara ketat untuk mengidentifikasi potensi risiko serta memastikan performa sistem dalam berbagai kondisi.
Uji Operasional di Data Center DayOne
Setelah lolos tahap laboratorium, sistem akan dipindahkan ke fasilitas data center milik DayOne untuk diuji dalam kondisi operasional nyata. Tahapan ini penting untuk melihat bagaimana wetware berfungsi dalam lingkungan industri.
Jika hasilnya memenuhi standar, teknologi ini akan masuk ke tahap produksi massal.
Rencana Produksi hingga 1.000 Unit
DayOne berencana mengembangkan hingga 1.000 unit komputer wetware jika prototipe terbukti berhasil. Produksi ini akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan hasil uji coba sebelumnya.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.







