Berita  

Serangan Phishing Telegram Meningkat Tajam, Pengguna Terancam Kehilangan Akses Akun

Phishing Telegram kian canggih dengan membajak proses otentikasi resmi. Serangan ini memungkinkan peretas mengambil alih sesi pengguna tanpa terdeteksi.

Phishing Telegram kembali menjadi sorotan setelah para analis keamanan siber menemukan lonjakan signifikan serangan yang menargetkan pengguna aplikasi pesan instan tersebut.
Phishing Telegram kembali menjadi sorotan setelah para analis keamanan siber menemukan lonjakan signifikan serangan yang menargetkan pengguna aplikasi pesan instan tersebut.

Karena prosesnya melibatkan sistem resmi Telegram, aktivitas ini kerap tidak memicu peringatan keamanan otomatis, sehingga memperbesar peluang keberhasilan serangan.

Dampak Serangan Terhadap Pengguna

Dampak dari pembajakan akun Telegram sangat serius. Setelah mendapatkan akses penuh, pelaku dapat:

  • Membaca dan menyalin seluruh riwayat percakapan
  • Mengambil alih grup dan kanal
  • Menyebarkan penipuan lanjutan atas nama korban
  • Mengakses data pribadi dan kontak
  • Mengunci pemilik asli dari akunnya sendiri

Kondisi ini menjadikan phishing Telegram sebagai salah satu ancaman keamanan digital paling berbahaya saat ini.

Bagaimana Cara Kerja Serangan Phishing Ini?

Meniru Alur Login Resmi Telegram

Para penyerang merancang halaman login palsu yang sangat menyerupai tampilan resmi Telegram. Korban diarahkan ke halaman tersebut melalui tautan jebakan yang disebarkan lewat pesan, email, atau media sosial.

Baca Juga  Jangan Pasang Aplikasi VPN Android Berbahaya Ini! Ancaman Malware Mengintai

Di halaman ini, pengguna diminta untuk:

  • Memindai kode QR login Telegram
  • Atau memasukkan nomor telepon secara manual

Namun alih-alih mencuri data, halaman tersebut justru memicu permintaan login sah ke sistem Telegram yang dikendalikan oleh penyerang.

Pembajakan Sesi Tanpa Pencurian Data

Yang membuat metode ini berbahaya adalah fakta bahwa tidak ada data yang dikirim langsung ke peretas. Ketika korban menyetujui permintaan login yang muncul di aplikasi Telegram mereka, sistem Telegram secara sah memberikan akses sesi kepada pihak yang memulai permintaan tersebut—yaitu penyerang.

Korban mengira sedang melakukan verifikasi keamanan, padahal sebenarnya telah memberikan akses penuh ke akun mereka.

Peran Domain Sementara dalam Serangan Phishing Telegram

Hosting di Domain Dinamis

Para analis keamanan menemukan bahwa halaman phishing ini dihosting di domain sementara yang sering berganti. Strategi ini dilakukan untuk menghindari pemblokiran dan memperpanjang masa aktif kampanye serangan.

Baca Juga  Kelangkaan Chip Memori Dorong Kenaikan Harga Elektronik dan Arah Baru Pasar HP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *