Pendekatan ini menjadi salah satu pembeda utama Samsung dibandingkan kompetitornya, karena perusahaan tidak hanya menjual perangkat, tetapi juga menghadirkan pengalaman hidup digital yang menyatu dan konsisten.
Dapur Cerdas dan Data Bertanggung Jawab: Kolaborasi untuk Dampak Nyata
Selain membahas teknologi dan konektivitas, forum tersebut juga menyoroti bagaimana kolaborasi lintas industri dapat menghasilkan manfaat praktis bagi pengguna. Michael Wolf, pendiri dan Editor-in-Chief The Spoon, mencontohkan bahwa dapur yang terhubung sepenuhnya mampu memberikan manfaat besar bagi konsumen.
“Dengan dapur yang benar-benar terhubung, pengguna dapat memahami isi kulkas mereka, memantau konsumsi air, dan mengatur suhu pemanas secara terpadu untuk menciptakan pengalaman yang holistik,” ujarnya.
Samsung juga menampilkan kolaborasinya dengan Hartford Steam Boiler (HSB) sebagai salah satu inisiatif pertama di industri yang menerapkan penggunaan data smart home secara transparan dan etis.
Menurut Jed Usich, Senior Vice President of Strategic Growth Solutions di HSB, kemitraan dengan Samsung memungkinkan industri asuransi mengubah data rumah pintar menjadi manfaat ekonomi nyata bagi pengguna, seperti penghematan energi dan biaya pemeliharaan rumah.
“Melalui kerja sama dengan Samsung, kami membangun jembatan antara teknologi dan industri asuransi yang mengubah data sederhana menjadi penghematan nyata bagi konsumen,” ujar Usich.
Masa Depan Home AI: Terbuka, Aman, dan Kolaboratif
Sepanjang diskusi, para panelis sepakat bahwa masa depan Home AI hanya dapat berkembang jika interoperabilitas, penggunaan data yang bertanggung jawab, dan kerja sama lintas sektor terus diperkuat.
Samsung menegaskan komitmennya untuk terus membangun ekosistem terbuka yang menjadikan konsep connected living lebih sederhana, aman, dan bermakna bagi semua pengguna.
Melalui langkah ini, Samsung berharap dapat menciptakan generasi baru rumah pintar yang bukan hanya efisien, tetapi juga manusiawi dan terpercaya.








Respon (1)