Ia juga mengingatkan risiko pemalsuan alamat IP oleh otoritas. Jika terjadi, pengguna dapat diarahkan ke situs palsu yang menyerupai situs asli.
Risiko tersebut mencakup:
- Pencurian data login
- Pencurian kata sandi
- Pengambilan informasi perbankan
Ancaman Denda bagi Pengguna
Tahun lalu, Rusia memberlakukan undang-undang yang memungkinkan denda hingga 5.000 rubel bagi pengguna yang mencari “materi ekstremis”, termasuk melalui VPN.
Kebijakan ini menambah tekanan bagi warga yang ingin mengakses informasi di luar sistem yang dikendalikan negara.
Daftar Domain yang Dihapus dari NDNS
Selain YouTube dan WhatsApp, beberapa domain lain juga dilaporkan dihapus dari NDNS, antara lain:
- DW
- BBC
- Radio Liberty
Penghapusan ini memperluas daftar platform internasional yang aksesnya dibatasi di Rusia.
Analisis: Menuju Internet yang Terpisah dari Dunia Global?
Para analis menilai bahwa jika tren ini berlanjut, Rusia berpotensi memiliki ekosistem internet yang sepenuhnya berbeda dari internet global.
NDNS memungkinkan negara membangun sistem domain alternatif yang berdiri sendiri. Dalam skenario ekstrem, Rusia dapat memutus koneksi dari infrastruktur global dan mengoperasikan jaringan nasional secara mandiri.
Namun sejumlah pakar memperingatkan bahwa internet tertutup berisiko:
- Menurunkan transparansi informasi
- Membatasi inovasi teknologi
- Mengurangi akses ke sumber pengetahuan global
- Meningkatkan risiko keamanan siber
Klimarev menegaskan bahwa internet yang sepenuhnya dikontrol negara berpotensi tidak dapat dipercaya karena kurangnya akuntabilitas dan verifikasi independen.
Kesimpulan
Kebijakan Rusia blokir YouTube dan WhatsApp melalui penghapusan domain dari NDNS menandai babak baru dalam penguatan kontrol internet nasional. Dengan dukungan Undang-Undang Kedaulatan Internet dan teknologi Deep Packet Inspection, pemerintah Rusia memperluas kendali terhadap arus informasi digital.
Meski VPN masih menjadi solusi sementara bagi sebagian pengguna, efektivitasnya semakin terbatas dan disertai risiko hukum serta keamanan.
Langkah ini menimbulkan pertanyaan besar tentang masa depan kebebasan internet di Rusia dan kemungkinan terbentuknya ekosistem digital yang terpisah dari jaringan global. Sementara pemerintah menyebutnya sebagai upaya menjaga kedaulatan dan keamanan, sebagian masyarakat melihatnya sebagai pembatasan akses informasi yang semakin ketat.







