Wamenkomdigi Ungkap Peran Infrastruktur Komputasi dalam Optimalkan Rantai Pasok AI
Info Tekno> Wamenkomdigi ungkap peran infrastruktur komputasi dalam optimalkan rantai pasok AI sebagai fondasi utama agar Indonesia mampu bersaing di tingkat global. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menegaskan bahwa tanpa dukungan computing infrastructure yang kuat dan terlokalisasi, Indonesia akan kesulitan masuk dalam ekosistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dunia.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum diskusi transformasi digital yang membahas kesiapan Indonesia menghadapi era ekonomi berbasis AI. Dalam kesempatan itu, Nezar menekankan bahwa ketersediaan infrastruktur komputasi bukan sekadar pelengkap, melainkan syarat mutlak untuk membangun sistem AI yang tangguh, aman, dan berkelanjutan.
Ia menjelaskan bahwa pengembangan AI membutuhkan kapasitas pemrosesan data besar, jaringan cepat, pusat data modern, serta dukungan cloud computing dan edge computing yang terintegrasi di dalam negeri.
Apa yang Dimaksud Infrastruktur Komputasi dalam Rantai Pasok AI?
Fondasi Teknologi untuk Sistem AI Nasional
Infrastruktur komputasi mencakup seluruh perangkat keras dan perangkat lunak yang mendukung pengolahan data dalam skala besar. Komponen utamanya meliputi:
- Server berperforma tinggi
- Pusat data (data center)
- Cloud computing
- Edge computing
- Jaringan internet berkecepatan tinggi
Menurut Nezar, sistem AI modern bergantung pada pemrosesan data dalam jumlah masif. Tanpa kapasitas komputasi memadai, model AI tidak dapat dilatih secara optimal.
Ia menegaskan bahwa Indonesia harus memiliki kendali atas infrastruktur ini agar tidak sepenuhnya bergantung pada penyedia asing.
Mengapa Harus Dilokalkan?
Lokalisasi infrastruktur dinilai penting untuk memastikan:
- Keamanan dan kedaulatan data
- Efisiensi biaya operasional
- Ketersediaan akses berkelanjutan
- Perlindungan terhadap risiko geopolitik
Dengan membangun pusat data dan cloud computing di dalam negeri, Indonesia dapat mengontrol arus data strategis sekaligus mempercepat proses analisis berbasis AI.
Mengapa Infrastruktur Komputasi Penting bagi Rantai Pasok AI Global?
Kebutuhan Pemrosesan Data Skala Besar
Rantai pasok AI global mencakup berbagai tahapan, mulai dari penyediaan data, pelatihan model, produksi perangkat keras, hingga distribusi solusi berbasis AI. Infrastruktur komputasi menjadi tulang punggung dalam setiap tahap tersebut.
Nezar menekankan bahwa hanya negara dengan kapasitas komputasi tinggi yang mampu mengembangkan model AI secara mandiri dan berdaya saing.
“Tanpa computing infrastructure yang kuat, kita tidak akan mampu memproses data dalam skala besar dan membangun sistem AI yang andal,” ujarnya.
Dukungan Edge Computing dan Cloud Computing
Edge computing memungkinkan pemrosesan data dilakukan lebih dekat dengan sumbernya. Hal ini mengurangi latensi dan meningkatkan efisiensi, terutama untuk aplikasi real-time seperti:
- Smart city
- Kendaraan otonom
- Sistem kesehatan digital
- Industri manufaktur berbasis AI
Sementara itu, cloud computing berfungsi sebagai pusat penyimpanan dan pemrosesan terpusat yang fleksibel dan skalabel.
Kombinasi keduanya menciptakan ekosistem komputasi yang adaptif terhadap kebutuhan industri modern.
Bagaimana Investasi Infrastruktur Komputasi Dilakukan?
Pembangunan Pusat Data Nasional
Pemerintah mendorong investasi dalam pembangunan pusat data nasional yang memenuhi standar keamanan dan efisiensi energi. Data center ini akan menjadi tempat penyimpanan dan pengolahan big data yang menjadi bahan baku utama AI.







