Lewati ke konten

Infotekno

Berita penting

Lebih dari 1.800 Konten AI Likud Warnai Pemilu Israel 27 Oktober

6 menit baca
Ukuran teks 100%

Pendekatan yang paling umum adalah model hibrida. AI hanya masuk ke sebagian elemen iklan, seperti gambar, musik, subtitle, logo, atau bahkan deepfake yang sepenuhnya sintetis.

Partai-partai kecil memang memiliki proporsi penggunaan AI yang tinggi dalam kontennya. Namun dari sisi jumlah, Partai Likud jauh melampaui pesaing lainnya. Di belakangnya menyusul Partai Demokrat yang berhaluan kiri, lalu Partai Yashar pimpinan Eisenkot, meski dengan selisih yang cukup jauh.

Pada Juli lalu, Komite Pemilihan Umum Israel mewajibkan semua materi kampanye buatan atau hasil manipulasi AI memuat label. Di luar aturan itu, hampir tidak ada pembatasan khusus.

“Tidak ada AI Act, tidak ada Digital Services Act, dan undang-undang perlindungan privasi kami sudah sangat ketinggalan zaman,” ujar Ben-David. “Akibatnya, muncul berbagai penggunaan AI yang mungkin mustahil terjadi di Eropa.”

Tokoh Besar Ikut Memakai AI

Beberapa tokoh politik paling menonjol di Israel juga memanfaatkan AI dalam kampanye mereka.

Ketua Partai Demokrat, Yair Golan, mencoba menunggangi tren internet. Dalam video berlabel konten AI, ia duduk di bawah kipas angin langit-langit. Setiap kali baling-baling berputar, pakaiannya berubah: dari seragam militer menjadi kaus bertuliskan slogan populer “Bring Them Home Now” yang merujuk pada sandera Israel di Gaza, lalu berganti menjadi setelan jas resmi.

Menteri Keuangan Bezalel Smotrich mengunggah video AI fotorealistis pada September. Video itu memperlihatkan Jaksa Agung Israel dan para hakim Mahkamah Agung ditangkap dalam sebuah demonstrasi anti-pemerintah. Jaksa Agung Gali Baharav-Miara selama ini memang kerap berselisih dengan koalisi pemerintah.

Kontroversi yang lebih besar muncul setelah Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir membagikan video AI yang menggambarkan warga Palestina didorong di atas ban berjalan menuju bangunan yang menyerupai kamp konsentrasi. Unggahan tersebut menuai kecaman luas. Kementerian Luar Negeri Jerman menyebutnya “sama sekali tidak dapat diterima” dan “menjijikkan”.

Meski demikian, otoritas pemilu menunjukkan kesediaan untuk bertindak. Pada Juli, ketua komite pemilu memerintahkan Smotrich mencabut video AI tanpa label yang menurut komite menyesatkan publik.

Generasi Baru Telepon Robot

Penggunaan AI tidak berhenti pada iklan dan deepfake. Teknologi ini juga menjangkau pemilih secara langsung.

Sebagian warga Israel menerima panggilan otomatis berbasis AI yang jauh lebih canggih dibandingkan robocall generasi lama. Peneliti disinformasi dari Israel Internet Association, Nitsan Yasur, membagikan rekaman panggilan telepon berdurasi empat menit.

Dalam percakapan itu, sebuah suara memperkenalkan diri sebagai petugas survei bernama Danielle dari lembaga jajak pendapat Israel. Ketika Yasur menanyakan apakah yang berbicara adalah manusia, suara tersebut menjawab: “Tidak ada agen manusia di saluran ini,” sebelum melanjutkan pertanyaan survei.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.

Sumber: https://infotekno.net/pemilu-israel-ai-deepfake-bot-likud-kampanye/

· · ·

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *