Lewati ke konten

Infotekno

Berita penting

Pemerintah Mulai Bangun 34 Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di Seluruh Indonesia

4 menit baca
Ukuran teks 100%

Proyek Nasional Energi Bersih Dimulai

Pemerintah Indonesia resmi memulai langkah besar menuju transisi energi hijau dengan membangun 34 Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) di berbagai daerah. Program ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan energi terbarukan berbasis limbah padat perkotaan, sekaligus bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ketahanan energi dalam negeri.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa proyek ini akan mulai dilaksanakan pada Januari hingga Maret 2026, dengan kegiatan peletakan batu pertama berlangsung secara bertahap di 34 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.

Menurut Hadi, proyek PSEL menjadi bagian dari program hilirisasi nasional, yang menekankan transformasi sumber daya lokal menjadi produk bernilai tambah, termasuk pemanfaatan sampah sebagai energi listrik.

“Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi akan dibangun di 34 kabupaten dan kota, dengan volume sampah yang sudah melebihi 1.000 ton per hari. Penanganan ini sangat mendesak agar tidak menimbulkan dampak lingkungan dan kesehatan,” ujar Hadi dalam konferensi pers, Selasa (6/1).

Menjawab Tantangan Akumulasi Sampah Nasional

Dari Limbah Menjadi Energi Ramah Lingkungan

Volume sampah di sejumlah daerah di Indonesia terus meningkat, terutama di kawasan perkotaan dengan populasi padat. Data terbaru menunjukkan bahwa rata-rata akumulasi sampah nasional telah mencapai lebih dari 1.000 ton per hari. Kondisi ini menimbulkan tantangan serius, baik dalam pengelolaan limbah maupun dalam upaya menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Melalui PSEL, pemerintah berharap dapat mengubah masalah sampah menjadi peluang energi.
Teknologi PSEL akan mengolah limbah yang tidak dapat didaur ulang menjadi sumber energi baru, seperti listrik, panas, maupun bahan bakar alternatif, dengan menggunakan proses termal modern yang ramah lingkungan.

Hadi menjelaskan bahwa kehadiran PSEL tidak hanya berfungsi mengurangi timbunan sampah, tetapi juga akan memperkuat sistem energi nasional melalui diversifikasi sumber daya.
“Dengan PSEL, kita tidak hanya mengelola sampah, tapi juga memproduksi listrik dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil seperti batubara,” ujarnya.

Proyek Strategis dengan Nilai Investasi Besar

Didukung Dana Kekayaan Negara dan Investor Hilir

PSEL termasuk dalam daftar 18 proyek hilirisasi strategis nasional yang dijadwalkan mulai konstruksi antara Januari hingga Maret 2026. Semua proyek ini telah melalui studi pra-kelayakan dan diperkirakan menelan investasi total sebesar Rp600 triliun, dengan koordinasi dan pendanaan utama dilakukan oleh Dana Kekayaan Negara Danantara Indonesia.

Pemerintah menargetkan agar seluruh proyek hilirisasi tersebut dapat beroperasi penuh sebelum tahun 2030, sekaligus menjadi fondasi untuk mencapai target emisi nol bersih (net-zero emission) di tahun 2060.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.

· · · ·

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *