Dengan pendekatan ini, PSEL dapat menjadi alternatif berkelanjutan untuk pengelolaan limbah perkotaan sekaligus memperkuat transisi menuju ekonomi hijau. Indonesia juga diharapkan dapat mencontoh keberhasilan negara seperti Jepang, Swedia, dan Korea Selatan dalam penerapan waste-to-energy plant yang efisien dan ramah lingkungan.
Proyek Hilir Lain – Gasifikasi Batubara Jadi DME
Selain program PSEL, pemerintah juga tengah mempercepat proyek gasifikasi batubara menjadi Dimetil Eter (DME), yang menjadi bagian dari program hilirisasi energi fosil. Melalui proyek ini, batubara berkalori rendah akan diubah menjadi gas alternatif DME, yang dapat menggantikan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dalam kebutuhan rumah tangga dan industri.
Langkah ini diharapkan mampu mengurangi impor LPG, memperkuat kemandirian energi nasional, dan menciptakan nilai tambah signifikan bagi sektor pertambangan domestik.
Dengan kombinasi antara PSEL dan DME, pemerintah menunjukkan bahwa arah kebijakan energi Indonesia kini semakin berorientasi pada keberlanjutan, efisiensi, dan inovasi teknologi.
Menuju Indonesia Mandiri Energi dan Bersih Lingkungan
Pembangunan 34 PSEL menjadi bukti nyata bahwa Indonesia siap memasuki era baru pengelolaan energi berbasis ekonomi sirkular. Transformasi ini bukan hanya tentang menghasilkan listrik, tetapi juga tentang membangun ekosistem hijau yang berdampak langsung pada masyarakat.
Dengan implementasi yang terarah, dukungan investasi besar, serta sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, proyek ini diharapkan dapat menjadi model pengelolaan sampah modern yang efektif dan berkelanjutan di Asia Tenggara.
“Visi kita sederhana: sampah tidak lagi menjadi masalah, melainkan sumber energi bagi masa depan,” tutup Prasetyo Hadi.








Responses (2)