Berita  

Pemerintah Mulai Bangun 34 Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di Seluruh Indonesia

Pemerintah Indonesia akan membangun 34 pembangkit listrik tenaga sampah (PSEL) mulai Januari 2026 sebagai bagian dari program hilirisasi energi bersih nasional dengan nilai investasi mencapai Rp600 triliun.

Pemerintah Mulai Bangun 34 Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di Seluruh Indonesia
Pemerintah Mulai Bangun 34 Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di Seluruh Indonesia

Dengan pendekatan ini, PSEL dapat menjadi alternatif berkelanjutan untuk pengelolaan limbah perkotaan sekaligus memperkuat transisi menuju ekonomi hijau. Indonesia juga diharapkan dapat mencontoh keberhasilan negara seperti Jepang, Swedia, dan Korea Selatan dalam penerapan waste-to-energy plant yang efisien dan ramah lingkungan.

Proyek Hilir Lain – Gasifikasi Batubara Jadi DME

Selain program PSEL, pemerintah juga tengah mempercepat proyek gasifikasi batubara menjadi Dimetil Eter (DME), yang menjadi bagian dari program hilirisasi energi fosil. Melalui proyek ini, batubara berkalori rendah akan diubah menjadi gas alternatif DME, yang dapat menggantikan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dalam kebutuhan rumah tangga dan industri.

Langkah ini diharapkan mampu mengurangi impor LPG, memperkuat kemandirian energi nasional, dan menciptakan nilai tambah signifikan bagi sektor pertambangan domestik.

Baca Juga  AMD, NVIDIA, dan Qualcomm Siap Luncurkan Chip Baru di CES 2026, TSMC Jadi Sorotan Utama

Dengan kombinasi antara PSEL dan DME, pemerintah menunjukkan bahwa arah kebijakan energi Indonesia kini semakin berorientasi pada keberlanjutan, efisiensi, dan inovasi teknologi.

Menuju Indonesia Mandiri Energi dan Bersih Lingkungan

Pembangunan 34 PSEL menjadi bukti nyata bahwa Indonesia siap memasuki era baru pengelolaan energi berbasis ekonomi sirkular. Transformasi ini bukan hanya tentang menghasilkan listrik, tetapi juga tentang membangun ekosistem hijau yang berdampak langsung pada masyarakat.

Dengan implementasi yang terarah, dukungan investasi besar, serta sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, proyek ini diharapkan dapat menjadi model pengelolaan sampah modern yang efektif dan berkelanjutan di Asia Tenggara.

“Visi kita sederhana: sampah tidak lagi menjadi masalah, melainkan sumber energi bagi masa depan,” tutup Prasetyo Hadi.

Responses (2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *