Langkah 2: Lakukan crawl menggunakan Screaming Frog atau Ahrefs untuk mengidentifikasi broken link, duplikasi konten, masalah canonical, dan redirect chain.
Langkah 3: Ukur kecepatan halaman menggunakan PageSpeed Insights atau Google Lighthouse. Fokus pada nilai LCP, INP, dan CLS.
Langkah 4: Periksa mobile usability menggunakan Google Search Console atau PageSpeed Insights.
Langkah 5: Validasi implementasi structured data menggunakan Rich Results Test.
Tools Technical SEO yang Wajib Digunakan
Berikut daftar tools yang direkomendasikan untuk mendukung implementasi dan pemantauan Technical SEO:
Tools Gratis:
- Google Search Console — wajib ada. Memantau indeksasi, mobile usability, Core Web Vitals, dan error teknis secara langsung dari Google.
- Google PageSpeed Insights — mengukur kecepatan halaman dan memberikan rekomendasi perbaikan spesifik.
- Screaming Frog SEO Spider (versi gratis) — dapat melakukan crawl hingga 500 URL untuk menemukan broken link, duplikasi, dan masalah meta tag.
- Ahrefs Webmaster Tools — versi gratis dari Ahrefs untuk audit website dan analisis backlink dasar.
- Rich Results Test — validasi schema markup secara langsung di browser.
Tools Berbayar:
- Semrush — platform all-in-one dengan fitur audit teknis, riset keyword, dan analisis kompetitor lengkap.
- Screaming Frog (full version) — untuk crawling situs besar dengan lebih dari 500 halaman, tersedia dengan harga sekitar $259/tahun.
- Ahrefs Site Audit — audit mendalam dengan laporan visual yang mudah dipahami.
- SE Ranking — alternatif Semrush yang lebih terjangkau, cocok untuk agensi dan bisnis menengah.
Checklist Technical SEO: 10 Poin Prioritas
Gunakan daftar periksa ini sebagai panduan saat melakukan audit teknis:
- ✅ Core Web Vitals (LCP, INP, CLS) lulus threshold “Good” di perangkat mobile
- ✅ Sitemap.xml bersih, terbarui, dan sudah dikirim ke Google Search Console
- ✅ robots.txt tidak memblokir halaman atau aset penting
- ✅ HTTPS aktif di seluruh halaman tanpa mixed content
- ✅ Canonical tag terpasang benar di semua halaman untuk menghindari duplikasi
- ✅ Structured data JSON-LD relevan (Article, FAQ, Breadcrumb) terpasang dan valid
- ✅ Internal link rapi dan tidak ada orphan page
- ✅ Error 404 dan redirect chain sudah diidentifikasi dan diperbaiki
- ✅ Aset statis (gambar, CSS, JS) terkompresi dan menggunakan browser caching
- ✅ Log server dan laporan GSC rutin diaudit minimal sebulan sekali
Technical SEO di Era AI: Apa yang Berubah?
Memasuki 2025–2026, mesin pencari semakin canggih. Google kini menggunakan model AI seperti MUM (Multitask Unified Model) dan Gemini untuk memproses konten secara kontekstual — bukan sekadar merayapi teks biasa. Artinya, situs Anda tidak hanya di-crawl, tapi di-skor secara real-time berdasarkan seberapa cepat, stabil, dan berguna tampilan halaman bagi pengguna.
Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.