Meskipun demikian, Nvidia tidak gentar. Perusahaan ini bahkan berencana meluncurkan layanan taksi robotik pada tahun depan bersama mitra globalnya, meskipun belum menyebutkan lokasi atau nama perusahaan yang terlibat.
Model Sumber Terbuka dan Inovasi Chip Baru
Keunggulan lain dari Alpamayo adalah sifatnya yang sumber terbuka (open source). Nvidia membuka akses kode dasar sistem ini di platform pembelajaran mesin Hugging Face, memungkinkan para peneliti dan pengembang untuk memodifikasi serta melatih ulang model AI tersebut sesuai kebutuhan masing-masing.
Selain itu, Huang juga mengumumkan bahwa chip AI terbaru Nvidia bernama Rubin saat ini sedang dalam tahap produksi dan dijadwalkan rilis akhir tahun. Chip ini diklaim mampu melakukan komputasi dengan konsumsi energi lebih rendah, yang pada akhirnya dapat menekan biaya pengembangan sistem AI berskala besar.
Nilai Pasar dan Dominasi Nvidia di Era AI
Dengan kapitalisasi pasar mencapai lebih dari 4,5 triliun dolar AS, Nvidia saat ini menjadi perusahaan publik dengan valuasi tertinggi di dunia. Meskipun sempat menembus angka 5 triliun dolar pada Oktober lalu, nilai pasar Nvidia sedikit terkoreksi akibat kekhawatiran akan hype berlebihan terhadap teknologi AI.
Namun, dengan inovasi seperti Alpamayo, Nvidia menegaskan posisinya sebagai pemain utama dalam transisi menuju dunia yang didorong oleh kecerdasan buatan — baik di ranah digital maupun fisik.
Masa Depan Mobil Otonom dan Visi Nvidia
Huang menutup pidatonya dengan visi ambisius:
“Suatu hari nanti, setiap mobil dan setiap truk akan menjadi otonom.”
Pernyataan ini bukan sekadar mimpi futuristik, tetapi cerminan nyata dari arah industri otomotif global yang kian mengandalkan kecerdasan buatan untuk keselamatan, efisiensi, dan kenyamanan pengguna.








Responses (2)