Dalam pengumuman di CES, Huang mengonfirmasi bahwa CoreWeave — salah satu perusahaan cloud yang berkembang pesat — akan menjadi pelanggan pertama sistem Rubin. Selain itu, Microsoft, Oracle, Amazon, dan Alphabet (Google) juga diharapkan segera mengadopsi platform ini dalam infrastruktur cloud mereka.
Langkah ini memperlihatkan bahwa Rubin bukan sekadar chip, melainkan fondasi baru bagi jaringan komputasi masa depan yang menopang layanan AI lintas industri.
Dominasi Nvidia dan Transformasi Industri Teknologi
Peluncuran Vera Rubin memperkuat posisi Nvidia sebagai pemimpin dalam dunia komputasi AI, sekaligus membuka babak baru bagi sektor energi dan infrastruktur digital.
Dengan menggabungkan performa tinggi, efisiensi energi, dan dukungan ekosistem yang luas, Rubin berpotensi menjadi standar baru bagi pusat data AI generasi berikutnya.
Namun, di sisi lain, efek domino dari ledakan AI ini juga mulai terasa di industri kripto dan energi. Penambang Bitcoin kini berada di persimpangan jalan — antara tetap bertahan di bisnis lama atau berubah menjadi penyedia daya komputasi untuk revolusi AI.
Kesimpulan – AI dan Kripto Bertemu di Persimpangan Teknologi
Dari CES 2026, satu hal menjadi jelas: AI dan kripto kini saling berpotongan dalam lanskap teknologi modern.
Di satu sisi, Nvidia memimpin dengan inovasi Vera Rubin yang menjanjikan efisiensi dan kekuatan luar biasa; di sisi lain, para penambang Bitcoin mencari relevansi baru di tengah era AI.
Jika Rubin berhasil menjadi standar industri, maka bukan tidak mungkin masa depan ekonomi digital akan dibangun di atas fondasi ganda: blockchain dan kecerdasan buatan.
Dan di pusat semua itu, Nvidia tampaknya sudah siap memegang kendali.








Responses (2)