Lewati ke konten

Infotekno

Berita penting

Nvidia Gandeng Groq, Rekrut CEO dan Lisensi Chip AI

2 menit baca
Ukuran teks 100%

Nvidia Umumkan Kerja Sama Strategis dengan Groq

Nvidia kembali membuat gebrakan di industri kecerdasan buatan global. Perusahaan semikonduktor raksasa asal Amerika Serikat tersebut secara resmi menyepakati lisensi teknologi chip dari perusahaan rintisan AI, Groq, sekaligus merekrut jajaran eksekutif kunci dari startup tersebut. Informasi ini diumumkan Groq melalui blog resmi perusahaan pada Rabu waktu setempat.

Kesepakatan ini menambah daftar panjang strategi Nvidia dalam memperkuat dominasinya di ekosistem AI, khususnya di segmen inferensi, yaitu proses ketika model AI yang telah dilatih memberikan respons terhadap pengguna secara real time.

Lisensi Non-Eksklusif, Groq Tetap Berdiri Sendiri

Dalam pernyataan resminya, Groq menegaskan bahwa lisensi yang diberikan kepada Nvidia bersifat non-eksklusif. Artinya, Groq secara hukum masih dapat bekerja sama dengan pihak lain. Meski demikian, aspek yang paling disorot adalah perpindahan sumber daya manusia strategis.

Pendiri Groq, Jonathan Ross, yang dikenal sebagai tokoh penting di balik pengembangan chip AI Google, akan bergabung dengan Nvidia. Selain Ross, Presiden Groq Sunny Madra dan sejumlah anggota tim teknik inti juga ikut direkrut.

Groq menyatakan perusahaan tetap beroperasi sebagai entitas independen, dengan Simon Edwards ditunjuk sebagai CEO baru. Layanan cloud Groq juga dipastikan tetap berjalan tanpa perubahan.

Nvidia Perkuat Posisi di Pasar Inferensi AI

Selama ini Nvidia dikenal sebagai pemimpin pasar dalam pelatihan model AI. Namun, di sektor inferensi, persaingan jauh lebih ketat. Nvidia menghadapi tekanan dari perusahaan lama seperti Advanced Micro Devices (AMD), serta pemain baru seperti Groq dan Cerebras Systems.

Inferensi menjadi kunci karena berkaitan langsung dengan pengalaman pengguna pada chatbot, asisten virtual, dan layanan AI generatif lainnya.

Spekulasi Akuisisi dan Valuasi Fantastis

CNBC sempat melaporkan bahwa Nvidia akan mengakuisisi Groq dengan nilai mencapai US$20 miliar secara tunai. Namun, baik Nvidia maupun Groq menolak memberikan komentar terkait laporan tersebut.

Yang pasti, nilai Groq melonjak signifikan. Setelah mendapatkan pendanaan US$750 juta pada September, valuasinya naik menjadi US$6,9 miliar, lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Penutup

Langkah Nvidia ini menegaskan bahwa persaingan AI kini tidak hanya soal siapa yang paling kuat melatih model, tetapi juga siapa yang paling cepat dan efisien menjalankan inferensi. Kolaborasi dengan Groq memperlihatkan strategi Nvidia untuk tetap berada di garis depan revolusi AI global.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.

· · · ·

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *