Lewati ke konten

Infotekno

Berita penting

Kesaksian Mira Murati: Sam Altman Manipulatif dan OpenAI Hampir Hancur Total

2 menit baca
Ukuran teks 100%

Eks CTO OpenAI Bocorkan Sisi Gelap Sam Altman di Sidang Gugatan Musk

INFO TEKNO> Persidangan gugatan Elon Musk senilai USD 150 miliar terhadap OpenAI di pengadilan federal Oakland, California, membuka kotak pandora sisi kelam operasional internal perusahaan AI paling berpengaruh di dunia. Mantan CTO OpenAI Mira Murati memberikan kesaksian di bawah sumpah yang mengecam gaya kepemimpinan CEO Sam Altman sebagai manipulatif dan perusak kepercayaan di level eksekutif.

Mira Murati di Bawah Sumpah: Altman Bicara Berbeda kepada Eksekutif yang Berbeda

Kesaksian Mira Murati menjadi sorotan paling mengguncang dalam persidangan pekan ini. Dalam rekaman kesaksiannya, mantan CTO yang pernah menjadi pejabat paling senior di sisi teknologi OpenAI itu secara terang-terangan mengecam perilaku Altman dalam memimpin perusahaan.

“Perhatian saya adalah Sam mengatakan satu hal kepada seseorang dan hal yang berlawanan kepada orang lain,” ujar Murati.

Ia menegaskan bahwa tindakan Altman kerap menciptakan kekacauan dan secara sistematis merusak perannya sebagai pimpinan teknologi perusahaan. Gaya komunikasi dua muka itu, menurut Murati, bukan sekadar kelemahan interpersonal — melainkan ancaman struktural terhadap kohesi tim eksekutif OpenAI yang sedang mengelola salah satu teknologi paling berpengaruh di planet ini.

Sisi Paradoks: Murati Desak Dewan Beri Alasan Kuat Saat Memecat Altman

Meski mengkritik keras Altman, Murati mengungkap fakta yang cukup paradoks. Saat dewan direksi OpenAI memecat Altman pada November 2023, Murati justru mendesak dewan untuk menyampaikan alasan yang kuat dan meyakinkan kepada publik.

Bukan karena ia membela Altman. Kondisi perusahaan saat itu sangat kritis.

Menurut Murati, OpenAI saat itu berada dalam risiko katastrofik untuk hancur total apabila transisi kepemimpinan tidak ditangani dengan sangat hati-hati. Tekanan dari dalam dan luar perusahaan begitu besar, sehingga narasi publik soal pergantian pemimpin harus dikelola dengan presisi tinggi demi menjaga stabilitas organisasi yang sedang berada di puncak pertumbuhannya.

ChatGPT Diluncurkan Tanpa Sepengetahuan Dewan Direksi

Testimoni mengejutkan tidak hanya datang dari Murati. Mantan anggota dewan OpenAI, Shivon Zilis, juga memberikan kesaksian yang menyoroti masalah transparansi dalam peluncuran produk paling berpengaruh OpenAI sepanjang sejarahnya.

Zilis — yang kini bekerja di Neuralink milik Musk — mengungkap bahwa dewan direksi merasa sangat khawatir karena manajemen merilis ChatGPT tanpa komunikasi yang jelas kepada dewan. Peluncuran yang mengubah lanskap teknologi global itu ternyata dilakukan tanpa sepengetahuan penuh badan pengawas internal perusahaan sendiri.

Ia juga

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.

· · ·

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *