Tragedi di Balik Ambisi Microsoft: Rp114 Triliun untuk Ponsel yang Kini Tinggal Kenangan

Microsoft pernah menghabiskan Rp114 triliun untuk mengembangkan Nokia Lumia dan Windows Phone, namun proyek ambisius itu berakhir tragis. Simak kisah jatuh bangun Microsoft di pasar ponsel dalam laporan berikut.

Tragedi di Balik Ambisi Microsoft: Rp114 Triliun untuk Ponsel yang Kini Tinggal Kenangan
Tragedi di Balik Ambisi Microsoft: Rp114 Triliun untuk Ponsel yang Kini Tinggal Kenangan

Keunggulan Lumia terletak pada integrasi sempurna dengan produk Microsoft lainnya seperti Word, Excel, PowerPoint, dan OneDrive. Dengan tampilan antarmuka khas berbentuk live tiles, Lumia sempat menjadi pilihan menarik bagi pengguna profesional yang menginginkan produktivitas tinggi dalam genggaman.

Sayangnya, keunggulan tersebut tidak cukup kuat menghadapi gempuran inovasi dari Apple (iOS) dan Google (Android). Keterbatasan aplikasi di Windows Store serta pembaruan yang lambat membuat pengguna beralih ke platform lain yang lebih dinamis.

Lumia: Antara Potensi Besar dan Eksekusi yang Tertinggal

Meskipun sempat mendapat sambutan positif di awal peluncuran, performa seri Lumia terus menurun. Hanya sembilan model Lumia yang berhasil dirilis sebelum lini tersebut resmi dihentikan pada 2016. Banyak pengguna mengeluhkan masalah seperti performa lambat, lag, dan sistem yang sering freeze.

Persaingan yang ketat dengan iPhone dan berbagai merek Android membuat Microsoft kesulitan mempertahankan pangsa pasar. Saat Satya Nadella menggantikan Steve Ballmer sebagai CEO pada 2014, kondisi penjualan sudah terlalu menurun untuk diselamatkan.

Baca Juga  Apple Matangkan Teknologi Layar iPhone Fold, Uji Lapisan Pelindung Super Tangguh

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *