Delapan Tahun Upaya yang Berakhir Tanpa Jejak
Info Tekno > Microsoft, raksasa teknologi dunia, pernah berambisi besar menantang dominasi Apple dan Google di pasar ponsel pintar. Selama delapan tahun, perusahaan yang berbasis di Redmond, Amerika Serikat, itu menggelontorkan dana fantastis mencapai USD 7,6 miliar—setara sekitar Rp114 triliun—untuk mewujudkan visi tersebut.
Namun, proyek besar itu kini hanya tinggal kenangan. Produk yang diharapkan menjadi “masa depan ekosistem Windows” justru berakhir dengan pembubaran divisi pengembangannya. Keputusan ini menjadi pukulan telak, terutama bagi para penggemar setia ponsel Nokia Lumia yang sempat populer di awal 2010-an.
Kegagalan yang Mengubah Arah Strategi Microsoft
Kisah tragis Microsoft di dunia seluler mencapai puncaknya pada tahun 2015. Saat itu, CEO Satya Nadella mengumumkan pemangkasan 7.800 karyawan serta mencatatkan kerugian besar sebesar USD 7,6 miliar dari bisnis ponsel. Setahun sebelumnya, perusahaan juga telah memangkas lebih dari 12 ribu posisi setelah mengakuisisi divisi ponsel Nokia senilai USD 7,3 miliar pada 2012.
Dalam pernyataannya yang dikutip dari The Guardian, Nadella menegaskan bahwa Microsoft akan mengubah fokusnya dari bisnis ponsel mandiri menjadi pengembangan ekosistem Windows yang lebih luas.
“Kami akan beralih dari strategi untuk menumbuhkan bisnis ponsel yang berdiri sendiri ke strategi untuk menciptakan ekosistem Windows yang dinamis,” ujar Nadella kala itu.
Langkah tersebut menandai akhir dari era Windows Phone—sebuah inovasi yang sempat menjanjikan pengalaman mobile berbasis produktivitas.
Awal Ambisi: Ketika Microsoft Percaya Diri Menantang Apple dan Google
Cikal bakal proyek ini dimulai pada 2008, ketika Microsoft mengumumkan rencana membuat sistem operasi ponsel berbasis Windows. Dua tahun kemudian, pada 2010, sistem ini resmi digunakan dalam seri Nokia Lumia, hasil kerja sama dengan Nokia asal Finlandia.








Responses (2)