Menguak Teknologi Galai Raksasa Helenistik ‘Tessarakonteres’

Menguak Teknologi Galai Raksasa Helenistik 'Tessarakonteres'
Menguak Teknologi Galai Raksasa Helenistik 'Tessarakonteres'

Para sejarawan sepakat bahwa perlombaan membangun kapal raksasa ini lebih didorong oleh ambisi politik dan citra kekuasaan, ketimbang kebutuhan militer yang realistis.

Membongkar Istilah “Empat Puluh Dayung” yang Kerap Disalahpahami

Nama Tessarakonteres, yang secara harfiah berarti “empat puluh”, sering kali menimbulkan salah tafsir. Dalam kajian teknik maritim kuno, angka tersebut bukan menunjukkan jumlah barisan dayung atau total dayung.

Apa Arti “Reme” Sebenarnya?

Dalam terminologi galai kuno, angka pada nama kapal merujuk pada jumlah pendayung dalam satu kolom vertikal, bukan jumlah tingkat dayung. Secara teknis, galai hanya mampu memiliki maksimal tiga barisan dayung horizontal karena keterbatasan ruang, kekuatan manusia, dan stabilitas kapal.

Baca Juga  Membongkar Kontroversi Bola Lampu Dendera dan Makna Arkeologis di Kuil Hathor

Artinya, Tessarakonteres kemungkinan besar menggunakan konfigurasi kompleks, dengan banyak pendayung bekerja secara bersamaan pada satu sistem dayung besar.

Desain Katamaran: Solusi Teknik untuk Skala Tak Masuk Akal

Sumber-sumber kuno seperti Athenaeus dan Plutarch menyebutkan bahwa Tessarakonteres dibangun dengan desain katamaran, yakni dua lambung besar yang dihubungkan menjadi satu struktur raksasa. Masing-masing lambung berfungsi layaknya kapal eikoseres.

Angka yang Mengejutkan Dunia Modern

Berdasarkan analisis sejarawan maritim modern Lionel Casson, kapal ini diperkirakan memiliki:

  • Panjang sekitar 130 meter
  • Total awak sekitar 6.000 orang
  • Pendayung sebanyak 4.000 orang

Setiap lambung menampung sekitar 2.000 pendayung, jumlah yang setara dengan populasi satu desa kecil pada masa itu. Angka ini bahkan menyamai awak kapal induk modern, sebuah perbandingan yang sering digunakan untuk menekankan betapa ekstremnya proyek ini.

Baca Juga  Samsung: Banyak Pengguna Tak Sadar Pernah Pakai Fitur AI di Ponsel

Apakah Tessarakonteres Benar-Benar Berfungsi?

Di sinilah pendekatan investigatif menjadi penting. Casson dan sejumlah ahli lain meragukan bahwa kapal ini dirancang untuk pertempuran laut aktif. Dengan ukuran sebesar itu, manuver cepat hampir mustahil, dan efektivitas tempurnya dipertanyakan.

Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa:

  • Dayung kemungkinan hanya dipasang di sisi luar lambung
  • Pendayung di sisi dalam berfungsi sebagai cadangan
  • Kapal lebih sering digunakan untuk pawai laut, upacara kerajaan, atau demonstrasi kekuasaan

Dengan kata lain, Tessarakonteres adalah kapal prestise, bukan senjata perang utama.

Antara Fakta, Propaganda, dan Kredibilitas Sejarah

Sebagian deskripsi Tessarakonteres berasal dari karya Callixenus dari Rhodes, yang tulisannya kini hilang dan hanya dikutip oleh penulis lain. Wajar jika muncul skeptisisme terhadap kemungkinan adanya hiperbola politik.

Baca Juga  Nostalgia Digital: Mengapa Retro Teknologi Menjadi Tren dan Kunci Memahami Masa Depan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *