Lewati ke konten

Infotekno

Berita penting

Mengenal VLEO, Orbit Super Rendah yang Membuat Internet Satelit Makin Cepat

4 menit baca
Ukuran teks 100%

Apa Itu VLEO dan Mengapa Mulai Menarik Perhatian Dunia

Dalam beberapa tahun terakhir, industri satelit global mengalami perkembangan pesat seiring meningkatnya kebutuhan akan konektivitas internet berkecepatan tinggi. Jika sebelumnya orbit satelit hanya dikenal dalam tiga kategori utama—Low Earth Orbit (LEO), Medium Earth Orbit (MEO), dan Geostationary Earth Orbit (GEO)—kini muncul istilah baru yang mulai banyak dibicarakan, yakni Very Low Earth Orbit (VLEO).

VLEO merujuk pada orbit satelit yang berada sangat dekat dengan permukaan Bumi, umumnya pada ketinggian sekitar 100 hingga 400 kilometer. Ketinggian ini bahkan lebih rendah dibandingkan orbit LEO konvensional yang bisa mencapai 2.000 kilometer. Karena posisinya yang ekstrem dekat dengan Bumi, VLEO sering disebut sebagai “frontier baru” dalam teknologi satelit modern.

Saat ini, diperkirakan terdapat lebih dari 15 ribu satelit aktif yang mengorbit Bumi. Sebagian besar berada di LEO, termasuk Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dan teleskop Hubble. Namun, dengan masifnya peluncuran satelit baru—terutama untuk layanan internet berbasis konstelasi—kepadatan di orbit LEO mulai menjadi perhatian serius.

VLEO sebagai Solusi atas Kepadatan Orbit LEO

Lonjakan jumlah satelit di orbit rendah dipicu oleh ambisi perusahaan teknologi global untuk menghadirkan internet ke seluruh penjuru dunia. Salah satu contohnya adalah Starlink, layanan internet satelit milik SpaceX, yang telah mengoperasikan ribuan satelit dan masih berencana menambah jumlahnya secara signifikan.

Dalam konteks inilah, VLEO mulai dilirik sebagai alternatif strategis. Dengan menurunkan ketinggian orbit, perusahaan dapat mengurangi beban kepadatan di LEO sekaligus membuka peluang performa yang lebih tinggi. Meski secara teknis lebih menantang, VLEO menawarkan sejumlah keunggulan yang sulit diabaikan.

Keunggulan Utama VLEO Dibanding Orbit Lain

Latensi Jauh Lebih Rendah

Keunggulan paling menonjol dari VLEO adalah latensi yang sangat rendah. Semakin dekat posisi satelit ke Bumi, semakin singkat jarak yang ditempuh sinyal data. Hal ini membuat koneksi internet menjadi lebih responsif, mendekati pengalaman jaringan berbasis serat optik.

Kondisi ini sangat krusial untuk berbagai layanan modern, seperti panggilan video real-time, game online kompetitif, layanan cloud, hingga aplikasi berbasis AI yang membutuhkan respons instan.

Pengamatan Bumi dengan Resolusi Tinggi

Selain untuk internet, VLEO juga menawarkan keunggulan besar dalam observasi Bumi. Satelit di orbit super rendah mampu menghasilkan citra beresolusi tinggi dengan detail yang lebih tajam. Teknologi ini sangat bermanfaat untuk pemantauan cuaca, pertanian presisi, perubahan iklim, hingga penanganan bencana alam.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.

· · · · · · · ·

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *