Efisiensi Daya Transmisi
Karena jaraknya yang dekat, satelit VLEO tidak perlu memancarkan sinyal sekuat satelit di orbit yang lebih tinggi. Ini berarti konsumsi energi bisa ditekan, yang pada akhirnya berdampak pada efisiensi operasional dan desain perangkat yang lebih ringkas.
Starlink dan Minat terhadap Orbit Super Rendah
Starlink menjadi salah satu contoh paling nyata dari tren menuju orbit yang lebih rendah. Meski saat ini sebagian besar satelit Starlink masih berada di LEO, SpaceX dikabarkan tertarik untuk menurunkan ketinggian operasionalnya mendekati wilayah VLEO.
Tujuan utamanya jelas, yakni menekan latensi hingga batas minimum dan meningkatkan kualitas koneksi, terutama untuk wilayah terpencil dan sulit dijangkau infrastruktur kabel. Dengan orbit yang lebih rendah, waktu tempuh sinyal dari satelit ke pengguna di Bumi bisa semakin singkat, sehingga pengalaman internet satelit semakin kompetitif dibandingkan jaringan darat.
Tantangan Teknis yang Tidak Bisa Diabaikan
Meski menawarkan banyak keunggulan, VLEO juga menghadirkan tantangan teknis yang signifikan. Pada ketinggian tersebut, atmosfer Bumi belum sepenuhnya hilang. Gesekan udara (atmospheric drag) dapat memperlambat satelit dan menyebabkan penurunan orbit secara bertahap.
Untuk mengatasi hal ini, satelit VLEO memerlukan sistem propulsi aktif agar tetap berada di jalurnya. Selain itu, terdapat ancaman oksigen atomik, partikel agresif di orbit rendah yang dapat mengikis material satelit dalam jangka panjang. Tantangan ini mendorong pengembangan material baru yang lebih tahan serta teknologi propulsi yang semakin efisien.
VLEO sebagai Langkah Logis Evolusi Satelit
Terlepas dari tantangannya, banyak pakar menilai VLEO sebagai langkah logis berikutnya dalam evolusi teknologi satelit. Kebutuhan akan internet global yang cepat, stabil, dan merata terus meningkat, sementara tuntutan data observasi Bumi semakin detail dan presisi.
Bagi perusahaan seperti Starlink dan pemain satelit lainnya, VLEO membuka peluang untuk menghadirkan koneksi satelit dengan kualitas mendekati jaringan fiber, sekaligus menciptakan model bisnis dan teknologi baru yang lebih efisien.
Dengan kombinasi performa tinggi dan tantangan inovatif, VLEO diprediksi akan menjadi salah satu orbit paling strategis dalam peta teknologi antariksa di masa depan.
Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.
Mengenal VLEO, Orbit Satelit Super Rendah yang Bikin Internet Makin Ngebut - Media Seruni
[…] tersebut, para ilmuwan dan perusahaan teknologi kini mulai melirik konsep orbit baru bernama Very Low Earth Orbit […]
Mengenal VLEO, Orbit Satelit Super Rendah yang Siap Mengubah Masa Depan Internet Global – mahidara.co
[…] menjadi tulang punggung layanan internet satelit modern, kini perhatian dunia mulai beralih ke Very Low Earth Orbit (VLEO). Orbit super rendah ini digadang-gadang sebagai langkah evolusioner berikutnya yang […]