Dengan kemajuan seperti ini, tidak heran jika produsen beralih ke sensor yang lebih praktis tanpa mengorbankan performa.
Pertimbangan Bisnis dan Strategi Produk
Selain faktor teknis, keputusan meninggalkan sensor 1 inci juga berhubungan dengan arah strategi produk. Apple dan Samsung, misalnya, cenderung fokus pada efisiensi produksi dan kestabilan desain jangka panjang. Mereka lebih memilih sensor 1/1.2 inci dengan peningkatan software dan algoritma AI yang mampu menandingi hasil dari sensor besar.
Bagi produsen seperti Xiaomi atau Vivo, penggunaan sensor 1 inci kini lebih bersifat marketing premium — hanya hadir di varian Ultra sebagai pembeda, bukan sebagai standar utama. Dengan begitu, teknologi tetap eksklusif namun tidak membebani lini produk lain secara biaya.
Apakah Sensor 1 Inci Benar-Benar Punah?
Meski semakin jarang, sensor 1 inci belum sepenuhnya ditinggalkan. Beberapa produsen asal Tiongkok seperti Huawei dan Xiaomi masih terus mengembangkannya untuk model flagship Ultra. Bahkan, Sony — sebagai pemasok utama sensor besar — memprediksi permintaan untuk sensor di atas 1 inci akan meningkat kembali pada 2028, terutama untuk kebutuhan AI-driven imaging dan mobile cinematography.
Namun, arah inovasi kamera smartphone kini semakin jelas. Produsen lebih tertarik menggabungkan sensor berukuran sedang dengan kecerdasan buatan dan pemrosesan gambar berbasis algoritma neural network untuk mencapai hasil optimal tanpa mengorbankan desain.
Kesimpulan: Inovasi Tak Selalu Soal Ukuran
Sensor 1 inci memang sempat menjadi simbol prestise dalam dunia fotografi mobile. Namun kenyataannya, masa depan kamera ponsel tidak hanya ditentukan oleh ukuran sensor, melainkan oleh bagaimana teknologi perangkat keras dan perangkat lunak bekerja secara harmonis.
Industri smartphone kini bergerak menuju efisiensi dan keseimbangan antara desain, performa, serta biaya produksi. Dengan sensor kecil yang semakin pintar, prosesor gambar yang kian canggih, dan dukungan AI yang terus berkembang, hasil foto smartphone tetap bisa bersaing dengan kamera profesional — tanpa perlu membawa sensor sebesar satu inci.








Responses (2)