Apple mengklaim performa AI pada chip M5 meningkat hingga 3,5 kali lebih cepat dibanding generasi M4, sementara performa grafis melonjak sekitar 1,6 kali lebih kencang. Untuk beban kerja multithreaded, peningkatan performa disebut mencapai 20 persen, menjadikannya sangat relevan bagi editor video, animator 3D, hingga pengembang AI.
Dukungan Neural Engine 16-core memungkinkan berbagai tugas berbasis kecerdasan buatan berjalan langsung di perangkat, seperti text-to-image generation, pemrosesan large language model (LLM), hingga video enhancement resolusi tinggi tanpa ketergantungan penuh pada komputasi cloud. Bagi profesional di Indonesia, hal ini berarti workflow lebih cepat sekaligus lebih aman dari sisi privasi data.
Baterai 24 Jam dan Fast Charging, Unggul untuk Mobilitas Tinggi
Salah satu daya tarik utama MacBook Pro M5 14 inch adalah daya tahan baterainya. Apple mengklaim laptop ini mampu bertahan hingga 24 jam pemakaian, menjadikannya MacBook Pro paling hemat daya yang pernah dirilis.
Bagi pengguna dengan mobilitas tinggi di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung, daya tahan baterai ini memberikan keunggulan signifikan. Laptop tetap dapat bekerja maksimal tanpa harus terus mencari sumber listrik.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.








Respon (3)