Analis teknologi Ming-Chi Kuo pada Juli tahun lalu memprediksi bahwa MacBook versi terjangkau akan menggunakan chip A18 Pro—chip yang sama seperti di iPhone 16 Pro. Strategi ini dinilai sebagai langkah Apple untuk menekan biaya produksi sekaligus mengoptimalkan efisiensi energi.
Penggunaan chip iPhone pada MacBook murah disebut mengutamakan efisiensi daya dibandingkan performa puncak yang biasa ditawarkan chip seri M. Hal ini sejalan dengan target pasar perangkat yang difokuskan pada aktivitas ringan seperti browsing, pengolahan dokumen, dan pengeditan media sederhana.
Layar 12,9 Inci dan Dukungan ProMotion
MacBook Neo diperkirakan mengusung layar 12,9 inci dengan dukungan ProMotion untuk refresh rate variabel. Jika benar, fitur ini akan menjadi nilai tambah signifikan di segmen entry level.
Selain itu, perangkat disebut hadir dalam pilihan warna cerah seperti kuning, hijau, biru, dan merah muda. Pendekatan warna ini mengingatkan pada strategi Apple dalam menarik konsumen muda dan pelajar melalui desain visual yang dinamis.
Konfigurasi dasar yang beredar menyebutkan kemungkinan RAM hingga 24 GB dan penyimpanan internal 512 GB. Namun, belum ada konfirmasi resmi terkait varian final yang akan dipasarkan.
Strategi Apple Masuk Pasar Laptop Berbiaya Rendah
Target Pelajar, Bisnis, dan Pengguna Kasual
Menurut laporan Bloomberg News pada November 2025, Apple tengah menyiapkan perangkat laptop yang dirancang khusus untuk pelajar, pelaku bisnis kecil, dan pengguna kasual. Target utamanya adalah pengguna yang sebagian besar menggunakan perangkat untuk aktivitas berbasis web, dokumen, serta pengeditan media ringan.
Dengan masuk ke segmen harga US$599–US$799, Apple berupaya menarik pengguna baru yang sebelumnya mungkin menganggap MacBook terlalu mahal. Strategi ini juga diharapkan dapat meningkatkan kontribusi penjualan hingga 20–28% pada tahun berikutnya, sebagaimana diperkirakan oleh Ming-Chi Kuo.
Terintegrasi dengan Ekosistem Cloud Apple
MacBook Neo disebut akan terintegrasi penuh dengan ekosistem layanan cloud Apple. Hal ini mencakup sinkronisasi data lintas perangkat serta optimalisasi penggunaan aplikasi berbasis cloud.







