Daftar isi
Widi Aribowo, Satu-satunya Dosen Unesa di Daftar 2% Ilmuwan Dunia
INFO TEKNO> Widi Aribowo, dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa), menciptakan lampu jalan pintar berbasis AI dan IoT yang menyala saat mendeteksi pejalan kaki. Namanya juga masuk daftar top 2% ilmuwan dunia.
Di Unesa, Widi mengajar di Fakultas Vokasi (FV), tepatnya Program Studi D4 Teknik Listrik, dan menjabat Kepala Seksi Smart Energi. Selain lampu itu, ia mengembangkan algoritma AI yang meniru perilaku biologis fauna Indonesia. Dua penelitian itu ikut berkontribusi pada capaiannya di tingkat internasional.
Cara Kerja Lampu Penerangan Jalan Umum Pintar
Dalam merancang lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) Pintar ini, Widi memakai platform Node-RED dan computer vision YOLO (You Only Look Once). Secara real-time, sistem mendeteksi lalu mengklasifikasi pejalan kaki di malam hari hingga jarak 15 meter. Cara ini berbeda dari sensor gerak, yang lebih banyak digunakan.
Lampu mengadopsi mekanisme adaptive lighting. Ia menyala begitu sistem mendeteksi pengguna jalan, lalu meredup bila tidak ada aktivitas.
“Pengujian menunjukkan konsep adaptive lighting ini mampu memangkas pemborosan energi listrik PJU sebesar 25 hingga 50 persen,” jelas Widi, dikutip dari Unesa, Selasa, 27 Oktober 2026.
Widi mengatakan telah merancang pengembangan PJU Pintar agar bisa terhubung ke dasbor pemantauan berbasis web. Rancangan itu dapat mendukung pengelolaan infrastruktur Smart City dan memperkuat penerapan Smart Green Campus di Unesa.
Dua Algoritma AI yang Meniru Perilaku Fauna Indonesia
Di luar lampu PJU Pintar, Widi menciptakan dua metode optimasi AI: Jalak Bali Optimization Algorithm serta Cendrawasih Bird Optimization Algorithm. Keduanya terbit di jurnal internasional yang bereputasi Q1 dan Q2.
Sesuai namanya, kedua algoritma itu mengubah perilaku biologis fauna khas Indonesia menjadi pemodelan komputasi. Tujuannya menyelesaikan persoalan teknis yang rumit, seperti menyeimbangkan frekuensi jaringan atau stabilitas sistem tenaga listrik.
Daftar Top 2% Ilmuwan Dunia dari Elsevier dan Stanford
Widi tercatat dalam daftar top 2% ilmuwan dunia keluaran penerbit Elsevier dan Stanford University. Kedua pihak itu menginisiasi daftar ini untuk mengapresiasi rekam jejak penelitian para ilmuwan, dengan ukuran jumlah sitasi publikasi.
Sejak 2020, ilmuwan Indonesia sudah masuk daftar tersebut. Pada periode 2026, jumlah ilmuwan Indonesia di daftar itu meningkat hingga 30,1 persen, sedangkan tahun sebelumnya ada 209 ilmuwan.
Beberapa universitas lain memiliki lebih dari lima dosen dalam daftar ini, misalnya Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Padjadjaran (Unpad) dengan 19 dosen. Namun, Widi satu-satunya dosen Unesa yang masuk daftar tersebut.
Aaf Afiatna (Aura Pet) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.
Sumber: https://infotekno.net/lampu-jalan-pintar-widi-aribowo-unesa/