Salah satu contoh penting adalah Colossus (1943), komputer elektronik yang dikembangkan Inggris untuk memecahkan sandi Enigma milik Jerman. Meski lama dirahasiakan, Colossus membuktikan bahwa saklar elektronik jauh lebih efisien dibanding sistem mekanik.
ENIAC dan Lahirnya Komputasi Digital
Tonggak sejarah berikutnya datang pada tahun 1945 dengan kelahiran ENIAC (Electronic Numerical Integrator and Computer) di Universitas Pennsylvania. Para insinyur menyebutnya sebagai komputer elektronik digital tujuan umum pertama di dunia.
Menggunakan sekitar 18.000 tabung vakum, ENIAC mengonsumsi daya listrik setara lokomotif dan menempati ruangan seluas lebih dari 160 meter persegi. Tantangan teknisnya luar biasa—para teknisi harus terus memantau agar tabung tidak meledak atau terbakar. Namun, dari sudut pandang ahli, ENIAC menjadi bukti nyata bahwa komputasi elektronik murni adalah masa depan. Inilah yang kemudian dikenal sebagai Komputasi Generasi Pertama.
Fase Kedua (1950–1960): Transistor dan Awal Miniaturisasi
Akhir Era Tabung Vakum
Tabung vakum memang revolusioner, tetapi memiliki kelemahan fatal: panas berlebih, rapuh, boros energi, dan mahal. Keterbatasan ini mendorong ilmuwan mencari solusi yang lebih efisien.
Transistor: Penemuan yang Mengubah Segalanya
Pada tahun 1947, tiga ilmuwan Bell Labs—John Bardeen, Walter Brattain, dan William Shockley—menemukan transistor, komponen berbasis semikonduktor solid-state.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.







