Untuk mengantisipasi ancaman itu, BSSN menyusun peta jalan (roadmap) kemandirian kriptografi nasional yang berlaku pada 2027-2035.
Peta jalan tersebut terbagi atas tiga fase:
- 2027-2029: pembangunan fondasi dan kesiapan (foundation and readiness)
- 2030-2032: implementasi dan integrasi (implementation and integration)
- 2033-2035: kedaulatan kriptografi (cryptographic sovereignty)
Albertus menekankan perlunya persiapan sejak sekarang karena sejumlah ahli menilai teknologi itu bisa siap lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.
Sebagian ahli memprediksi teknologi itu tersedia pada 2030. Ahli lain menyebut kesiapannya dapat tercapai pada 2029, bahkan 2028.
“Mereka harus siap dari sekarang. Oleh karena itu, BSSN telah membentuk suatu subgugus tugas,” ucap Albertus.
Dalam menghadapi kriptografi pascakuantum (post-quantum cryptography), BSSN antara lain menyiapkan kebijakan dan tata kelola nasional yang terkoordinasi serta inventarisasi aset kriptografi. Kriptografi pascakuantum merujuk pada sistem kriptografi yang siap menghadapi komputasi kuantum.
Inventarisasi aset kriptografi berfungsi memetakan data kritis dan penting, lalu menentukan prioritas perlindungan serta urutan migrasi ke sistem kriptografi yang lebih siap menghadapi komputasi kuantum.
Kementerian dan lembaga juga perlu mengetahui data prioritas mereka dan memastikan cadangan data (backup) tersedia.
Upaya BSSN juga mencakup empat hal berikut:
- Memperkuat kemampuan teknis, standar, dan penjaminan keamanan
- Mengembangkan talenta di bidang kriptografi
- Memperkuat industri dalam negeri
- Memperluas kerja sama internasional
FAQ SCHEMA
Q: Mengapa komputasi kuantum mengancam enkripsi layanan perbankan?
A: BSSN menilai komputasi kuantum berpotensi melemahkan algoritma kriptografi yang kini melindungi data, termasuk layanan mobile banking dan internet banking. Pembongkaran enkripsi yang pada komputer klasik memerlukan waktu bertahun-tahun berpotensi menjadi hitungan jam, tergantung kemampuan komputer kuantum dan jenis enkripsi yang menjadi sasaran.
Q: Apa itu serangan harvest now, decrypt later?
A: Harvest now, decrypt later adalah metode serangan siber ketika pelaku mengumpulkan data terenkripsi sekarang dan membongkarnya kelak, setelah teknologi yang diperlukan tersedia. Pelaku mencuri data dari sistem sasaran, memindahkannya lewat eksfiltrasi, lalu menyimpannya sampai kemampuan komputasi kuantum cukup untuk mendekripsinya.
Q: Apa isi peta jalan kriptografi nasional BSSN 2027-2035?
A: BSSN menyusun peta jalan kemandirian kriptografi nasional dalam tiga fase untuk mengantisipasi ancaman komputasi kuantum. Fase pertama pada 2027-2029 berfokus pada fondasi dan kesiapan, fase kedua pada 2030-2032 pada implementasi dan integrasi, dan fase ketiga pada 2033-2035 menargetkan kedaulatan kriptografi.
Q: Kapan komputasi kuantum diperkirakan siap digunakan?
A: Sebagian ahli memprediksi komputasi kuantum tersedia pada 2030, sementara ahli lain menyebut kesiapannya bisa tercapai pada 2029 atau bahkan 2028. Karena itu Albertus Rachmad Wibowo, Wakil Kepala BSSN, menekankan persiapan sejak sekarang, dan BSSN telah membentuk subgugus tugas untuk menghadapi ancaman tersebut.
Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.
Sumber: https://infotekno.net/komputasi-kuantum-enkripsi-perbankan-bssn/